Kamis, 20 Februari 2020

Cara Mengelola Resiko Trading Yang Baik Dan Aman


Semua pekerjaan yang saya dan anda lakukan pasti mempunyai resiko, baik besar maupun kecil tentu akan terdapat resikonya. Dalam pekerjaan keseharian pun, resiko ialah teman sejati yang tidak jarang kali setia mendampingi kemanapun anda melangkah. Dia tidak mau mengelak atau bahkan dihindari. Karena sekuat apapun anda menghindar, maka sekuat tersebut pula resiko tersebut mendekat.

Begitupun dalam pekerjaan usaha, yang namanya resiko tersebut pasti tidak jarang kali ada dan tidak bakal pernah dapat dihilangkan. Tidak peduli besar atau kecil jenis usahanya dan tidak peduli jenis usaha apa yang sedang dijalankannya. Kalau anda menyadari bahwa resiko ialah teman sejati setiap tahapan kita, kawan terdekat dengan setiap pekerjaan bisnis kita, maka sangatlah tidak arif seandainya anda melupakan, menghindari ataupun menjauhi resiko tersebut. Resiko tersebut bukan guna dihindari, tetapi harus dihadapi dan dikelola. Karena bilamana kita dapat menghadapi dan mengelolanya dengan benar, maka kita dapat mengelola potensi-potensi kerugian yang ada. Ada seorang trader pernah berbicara seperti ini: "Jangan tanyakan untuk diri kita berapa persen kita siap menerima keuntungan, namun tanyakanlah berapa persen kita siap menanggung kerugian." Penyataan di atas menjadi sangat urgen karena bersangkutan erat dengan mental (emosi) anda saat mengerjakan trading. Kita pun akan memahami bagaimana mesti mengelola resiko yang telah terukur tersebut menjadi suatu keuntungan. Mungkin telah terlalu tidak sedikit bukti dari pengalaman semua trader yang tidak mempedulikan kerugian tersebut terus berjalan sebab tidak inginkan rugi dan bercita-cita harga bakal balik kembali. Pada akhirnya, ia justeru menderita kerugian yang cukup tidak sedikit karena asa itu melulu didasarkan pada ekspektasi kosong tanpa basis analisa yang jelas. Kenalilah resiko itu, bersahabatlah dengan resiko itu, dan kelolalah resiko itu. Maka anda akan dapat mengembangkan perniagaan sesuai dengan apa yang diharapkan. Jadi, tanyakanlah untuk diri sendiri sebelum mengerjakan trading forex, berapa persen mental Anda dapat atau mampu menanggung kerugian. Kemudian usahakanlah untuk mengelola potensi kerugian tersebut supaya menjadi keuntungan. Contoh Pengolalaan Resiko Trading kita punya modal trading $1000 dan secara emosional dapat menanggung kerugian maksimal sebesar $100 per posisi (1% dari modal).


Menyesuaikan kerugian maksimal dengan jumlah yang dapat Anda tanggung secara emosional dengan kata lain menakar seberapa besar loss yang menurut keterangan dari pandangan individu Anda masih wajar, sehingga andai benar terjadi, kita tidak menjadi stres dan berupaya "mengembalikan" kerugian itu bagaimanapun caranya. Katakanlah Anda telah merasa paling kehilangan bilamana kerugian telah melebihi $100 di satu posisi, maka batasi kerugian maksimal per trade di angka $100. Setelah memahami berapa jumlah kerugian maksimal cocok batas toleransi risiko Anda, maka selanjutnya atur manajemen resiko yang mengakomodasi standar tersebut. Bagi mengupayakannya, ada pelbagai cara yang dapat Anda pilih. Salah satunya ialah dengan memanfaatkan fitur Stop Loss yang dapat menutup posisi rugi secara otomatis pada level tertentu.


Di sini, Anda dapat menilai sendiri di level mana Stop Loss bakal terpicu. Apabila kita menilai besar kerugian per posisi tak dapat lebih dari $100, maka lumayan hitung nilai per pips dari setup posisi Anda, lalu pakai patokannya untuk menanam Stop Loss. Contohnya: kita open posisi buy EUR/USD pada harga 1.2000 dengan lot 0.1 (10,000 unit). Volume trading 0.1 lot sendiri mempunyai patokan nilai $1 per pips guna posisi trading EUR/USD. Oleh sebab itu, Anda lumayan mengkonversinya menjadi pips dengan perhitungan: $1 x $100 = 100 pips. Setelah mendapat  hasil tersebut, maka Stop Loss ideal yang cocok batas toleransi risiko Anda merupakan: 1.2000 - 0.0100 = 1.1900. Perlu diketahui, pemakaian Stop Loss seringkali juga diiringi dengan Take Profit yang bermanfaat untuk mengunci deviden dengan teknik menutup posisi secara otomatis saat sedang profit. Karena besar resiko seringkali sebanding dengan kesempatan keuntungan, maka sesuaikanlah pemakaian Take Profit yang ideal dengan Stop Loss Anda.


Jangan terlampau jauh menautkan Take Profit di jarak 1000 pips dari Entry bilamana Stop Loss Anda hanya 100 pips. Biasanya, jarak Take Profit 3x dari Stop Loss telah menjadi ukuran maksimal untuk trader. Lebih dari itu, maka posisi kita rawan terpapar Stop Loss sebelum Take Profit tersentuh. Bagaimanapun juga, pasar tidak tidak jarang kali bergerak trending secara terus-menerus. Seperti yang disebutkan oleh Paul Tudor Jones: "Market melulu bergerak dalam trend selama 15 persen (dari total fluktuasinya); selebihnya, pasar melulu bergerak sideways."

Cara Menentukan Risk Ratio Yang Ideal Dalam Trading Forex




Rasio risk reward ialah rasio yang dipakai oleh tidak sedikit investor/trader untuk mencocokkan imbal hasil yang diinginkan dari suatu investasi dengan jumlah risiko yang dipungut untuk menemukan imbal hasil tadi. Rasio ini dianggarkan secara matematis dengan membagi besar potensi kerugian trader andai harga bergerak ke arah yang tak tersangka sebelumnya (dengan kata lain: risiko) dengan besar potensi profit yang diinginkan akan diterima trader saat posisi diblokir (dengan kata lain: reward) (menurut keterangan dari investopedia).

Jadi, ayo saya sampaikan lebih lanjut mengenai rasio risk reward. Katakanlah Anda hendak trading pada pair EURUSD. Anda memakai 0.1 lot dengan stop loss 30 pips dan target profit 60 pip. Rasio risiko kita (dari stop loss) dan reward (dari target profit) ialah 1:2 (30:60), dimana kita bertrading dengan jumlah dua kali lipat risiko Anda. Rasio risk reward bakal berbeda-beda untuk setiap trader. Berdasarkan strategi-strategi tradingnya dan kondisi pasar, rasio risk reward masing-masing trading juga tak tidak jarang kali sama. Sebagai trader forex sendiri, saya masih berusaha untuk mengekor rasio risk reward yang bagus. Saya seringkali vertrading dengan rasio risk reward 1:1 yang adalahrasio risk reward standar dalam trading. Tetapi menurut keterangan dari saya, rasio risk reward 1:1 tidak begitu bagus bila Anda tidak mempunyai strategi trading yang tidak benar-benar bagus. Mengapa? ayo saya beri sejumlah contoh:


Contoh 1 kita mempunyai strategi trading yang mempunyai bisa jadi menang (winning rate) 60%. Lalu Anda memakai rasio risk reward 1:1 dalam masing-masing trading yang kita lakukan. Misalkan dalam sebulan Anda menciptakan 20 trading dengan 20 pips stop loss dan target profit. Berapa pips yang bakal Anda dapatkan di akhir bulan? Kemungkinan menang 60% dari 20 kali trading = 12 trading berhasil (8 trading loss) (12 trading berhasil x 20 pips ) - (8 trading loss x 20 pips) = 240 pips - 160 pips = 80 pips Jadi, pada akhir bulan Anda bakal mendapatkan profit 80 pips. Tetapi tersebut JIKA strategi kita memiliki bisa jadi menang 60%. Jadi, bagaimana andai kemungkinan menang tidak cukup dari 50%? Jawabannya ialah dengan menambah rasio risk reward Anda.

Contoh 2 Sebut saja Anda melulu memiliki bisa jadi menang (winning rate) 40%. Anda memakai rasio risk reward 1:3, dengan stop loss 20 pips dan target profit 60 pips. Jadi, berapa pips yang bakal Anda dapatkan di akhir bulan? Kemungkinan menang 40% dari 20 trades = 8 trading berhasil (12 trading loss) (8 trading berhasil x 60 pips) - (12 trading loss x 20 pips) = 480 pips - 240 pips = 240 pips Meskipun Anda memakai strategi dengan bisa jadi menang 40%, kita masih dapat menghasilkan uang! Dalam opini saya, ialah salah kaprah andai orang berkata tentang seberapa tinggi persentase bisa jadi menang Anda. Perhitungan diatas memperlihatkan bahwa dengan bisa jadi menang 40% pun, kita masih dapat menghasilkan uang. Jadi, ini terserah kita sekarang. Saya mesti mengakui bahwa saya tidak selalu memakai rasio risk reward yang lebih besar, dan kadang-kadang susah untuk memakai rasio risk reward 1:3 (atau yang lebih tinggi), namun saya hendak menunjukkan pada kita bahwa bisa jadi menang (winning rate) tersebut bukan segalanya. Yang akan menciptakan Anda berhasil dalam bertrading forex ialah persentase bisa jadi menang yang bagus dan suatu rasio risk reward yang bagus pula, disertai dengan money management yang tepat. Saya berharap tulisan ini dapat membantu Anda. Mari menjadi trader forex yang lebih baik!

Cara Memilih VPS Terbaik Untuk Trading Forex



Saat ini tidak sedikit sekali jenis-jenis VPS (Virtual Private Server) yang ditawarkan untuk trader. Namun akhirnya justeru membuat trader merasa bingung bakal tawaran tersebut. Di sisi lain, mereka menawarkan dengan harga murah, tetapi pun ada yang menawarkan dengan harga lumayan terjangkau. Mana yang adalahpilihan sangat tepat? Bagaimana teknik memilih VPS yang bagus?
Pertimbangkanlah sejumlah kriteria inilah ini sebelum mengerjakan sewa VPS (Virtual Private Server) di lantas hari. Tanpa terdapat perhitungan, boros di biaya akan menjadi penyesalan di akhir. Bagi itu, ikuti kajiannya sebagai berikut : Lokasi Server Melihat jenis server data, ada tidak sedikit sekali yang ditawarkan laksana server Indonesia, Singapura, Hongkong, Amerika, sampai Eropa. Lantas mana yang mesti dipilih? Dalam pemakaian VPS (Virtual Private Server), server ialah yang terpenting. Saat ini server VPS yang bagus dan sangat stabil ialah lokasi pusat data berasal dari Inggris. Hal ini didukung dari regulasi data center Inggris yang paling ketat, sampai-sampai aturan dan kebijakannya dapat diandalkan. Sayangnya dalam urusan biaya, sewa VPS (Virtual Private Server) dari Inggris adalahpaling mahal di dunia. Tapi urusan tersebut juga akan laksana pepatah "ada uang, terdapat barang". Pilihan yang selanjutnya dapat pilih dari Eropa, sebab kecil bisa jadi terjadinya pemutusan jaringan. Sedangkan pada server Amerika seringkali lebih murah, tetapi terkadang terdapat pemutusan jaringan dampak sibuknya kemudian lintas data yang paling padat. Budget Nah soal ongkos di berikan masing-masing trader nih. Mau pilih VPS cocok selera, ya dicocokkan dengan kantongnya. Jika sekedar coba-coba, boleh lah cari VPS (Virtual Private Server) murah meriah dan dekat di Indonesia servernya. Namun, bila telah masuk investasi masa depan, maka sediakan budget yang tidak banyak lebih gede, dengan pilihan garansi keamanan dan fitur yang mendukung. Pilih server VPS yang bagus dari sisi lokasi maupun kualitas lainnya. Pelayanan Saat ini sudah tidak sedikit situs-situs yang menawarkan VPS (Virtual Private Server). Anda bermukim pesan dan kerjakan pembayaran, maka VPS yang bagus telah langsung dapat digunakan. Namun yang lebih diperhatikan ialah soal bagaimana penyedia VPS tersebut melayani konsumennya. Jika terdapat kendala, maka support mesti cepat merespons klien. Jika Anda mengejar penyedia VPS yang tidak melayani konsumen dengan baik, maka tidak boleh diteruskan dalam jangka panjang. Kualitas Hardware Komponen server akan disaksikan dari kinerja hardwerenya. Semakin bagus sebuah hardwere semakin cepat pula kinerja server VPS (Virtual Private Server). Bagi itu, sesuaikan dengan kebutuhan. Jika melulu menggunakan 1 platform Metatrader dan sesudah tidak ada kegiatan lain laksana browsing, mengupayakan software-sofware lain, ataupun memakai game berat, maka server dengan hardware minimum sudah dapat digunakan. Cirinya dapat diketahui dengan menyaksikan harga yang ditawarkan. Semakin murah, semakin kecil kualitas hardwerenya. Lokasi Broker Jika kita akan memakai VPS sebagai penyokong trading forex memakai Robot Trading (EA), maka butuh menyesuaikan dengan letak server broker. Biasanya broker mempunyai server di sejumlah negara. Bila kita sedang memakai server yang sedang di Eropa, usahakan cari VPS (Virtual Private Server) yang sedekat barangkali dengan server broker tersebut. Semakin dekat dengan server broker, semakin cepat pula proses transaksi EA di VPS (Virtual Private Server) kita. Alternatif lain, kita juga dapat memilih broker yang sudah meluangkan hosting VPS sendiri, sampai-sampai pelayanan dapat all-in-one.

Hindari Kebiasaan Buruk Ini Agar Cepat Kaya

Uang memang bukan segalanya, tetapi bila tak punya tidak sedikit uang juga hidup akan kesulitan. Banyak orang mengetahui tersebut dan karenanya hendak jadi kaya, namun tak tidak banyak diantaranya yang tanpa disadari melakukan kelaziman - kelaziman buruk yang dapat membuat diri selamanya tidak berhasil  kaya. Kebiasaan - kelaziman buruk apa saja?

1. Mengambil terlalu tidak sedikit kredit dan tak tahu bagaimana riwayat kredit diri sendiri.

Mendapatkan kredit tersebut mudah, sementara melunasinya bakal lebih susah. Ini khususnya berlaku untuk orang-orang yang memandang pinjaman bank sebagai solusi, tanpa mempertimbangkan bagaimana besok akan menyelesaikannya. Mulai dari kredit motor, KPR, kartu kredit, ketika ini masing-masing individu dapat mempunyai antara satu sampai tiga atau lebih kredit dalam satu waktu. Namun, sudahkah kita menghitung berapa total pokok pinjaman plus bunga dan menjadwalkan pembayarannya? Lebih parah lagi saat mereka yang punya kelaziman buruk ini luput mengecek riwayat kreditnya. Kemudian saat suatu saat memerlukan pinjaman terpaksa malah ditampik karena riwayat kreditnya buruk. Padahal, mengecek riwayat kredit relatif mudah, lumayan dengan mengisi eksemplar isian online dan memungut hasilnya di kantor Bank Indonesia terdekat.


2. Tidak merancang target keuangan. Kebanyakan orang menata pengeluaran sejajar dengan pemasukan,

dalam makna berapa gaji bulanan, sebesar tersebut pulalah pengeluaran bulanan (atau malah lebih banyak lagi dengan didanai utang). Kalaupun sukses menyisihkan beberapa uang di mula bulan, belakangan bakal terpakai pun untuk belanja. Demikian seterusnya dari masa-masa ke waktu. Kalau laksana itu, kapan bakal kaya? Untuk mereka yang melakukan kelaziman buruk ini, maka tak peduli berapa kali gaji naik, pasti takkan lumayan karena keperluan plus kemauan terus menerus naik bareng dengan pendapatan. Buatlah target finansial tertentu. Misalnya, Anda hendak tahun 2025 berangkat haji, atau 15 tahun lagi menyekolahkan anak ke luar negeri, atau 20 tahun lagi punya blok ruko sampai-sampai hidup lumayan ongkang-ongkang kaki, dan beda sebagainya. Dengan patokan target tersebut, selanjutnya buatlah "strategi".


3. Tidak menciptakan rencana perkiraan dan investasi.

 Karena tak punya target, maka lumrah pula bila banyak sekali orang tak punya rancangan perkiraan pemasukan dan pengeluaran maupun rencana investasi, khususnya mereka yang masih muda. Kebiasaan buruk ini tak hanya dilaksanakan oleh orang Indonesia saja. Berdasarkan keterangan dari suatu penelitian, 19% dari kalangan muda Amerika (millenial) tak punya perkiraan sama sekali, sementara 26% lagi melulu membuat perkiraan untuk menunaikan tagihan rutin, kemudian sisanya dikuras sesuka hati. Ini termasuk kelaziman buruk yang butuh diubah. Buatlah target keuangan. Lalu sesudah memasang target, tentukanlah rancangan perkiraan dan investasi Anda. Berapa persen dari penghasilan bulanan akan dianggarkan untuk keperluan sehari-hari, berapa persen guna membayar angsuran kredit, kemudian sisihkan pun untuk cadangan kondisi darurat, pensiun, dan tabungan/investasi. Jangan tak sempat anggarkan juga sejumlah persen guna amal.



4. Nyaman dengan kedudukan quo.


Dibanding orang yang tak punya target dan rencana keuangan, barangkali lebih tidak sedikit lagi mereka yang merasa nyaman dengan situasi keuangannya ketika ini...tanpa menyadari bahwa suatu saat segalanya dapat berubah drastis. Seorang istri menerima saja kiriman bulanan dari suaminya tanpa berupaya menyimpan uang ataupun berinvestasi, kemudian panik saat sang suami tiba-tiba meninggal sementara anak-anak masih kecil, tabungan minim, dan ia tak punya empiris kerja maupun skill berharga. Seorang karyawan cinta mati dan loyal pada lokasi kerjanya, kemudian tiba-tiba perusahaan gulung tikar atau mengerjakan efisiensi sampai ia kena PHK. Kejadian-kejadian semacam tersebut tentu familiar di telinga kita. Padahal, semenjak kecil anda sudah tidak jarang mendengar pepatah "sedia payung sebelum hujan", namun pada kesudahannya nasehat itu melulu sekedar kata-kata.



5. Tak mengerjakan investasi pada diri sendiri.

 Kalau bicara mengenai berinvestasi, kemudian investasi apa yang terbaik? Yang kesatu dan terutama ialah berinvestasi pada diri sendiri. kita lah yang akan berusaha mencari uang, dan meskipun seandainya besok Anda dapat membuat duit bekerja sembari diri ongkang-ongkang kaki, tetap saja Anda mesti lumayan sehat untuk menciptakan keputusan-keputusan strategis. Jadi, berinvestasilah pada diri kita sendiri. Jagalah kesehatan, minum suplemen andai dibutuhkan, tingkatkan terus wawasan dan skill yang dimiliki. Jangan terlena oleh kenyamanan kedudukan quo sampai lupa mengembangkan diri; ini termasuk kelaziman buruk. Sebagai karyawan, nilai diri kita akan kian tinggi sejalan dengan semakin sehat, semakin tinggi skill, dan semakin tidak sedikit pengalaman di tangan. Sedangkan sebagai enterpreneur atau investor, kesehatan, skill, dan empiris itu dapat membuat Anda dapat mengambil keputusan-keputusan yang lebih berbobot | berbobot | berkualitas (baca: menghasilkan lebih tidak sedikit uang).




6. "Menyimpan seluruh telur dalam satu keranjang"


Meskipun mengerjakan investasi pada diri sendiri tersebut penting, namun tak kalah pentingnya pun untuk mengerjakan investasi pada pelbagai aset. Sekali lagi: tidak boleh mudah puas pada kedudukan quo, meskipun sekarang gaji bulanan Anda telah tinggi. Akan lebih aman dan menguntungkan bilamana Anda dapat merancang sejumlah sumber pendapatan, sehingga ketika satu sandaran goyah atau tumbang, masih terdapat yang lainnya. Katakanlah kita seorang karyawan, maka akibat PHK mendadak dapat ditanggulangi lebih baik andai masih punya tabungan dan mempunyai sumber penghasilan lain laksana dari properti yang disewakan, toko atau lokasi tinggal makan, investasi saham, atau trading forex.



7. Membiarkan dana mangkrak di tabungan tabungan. Pada dasarnya,


kelaziman buruk nomor tujuh ini serupa dengan nomor enam. Mayoritas orang Indonesia punya tabungan tabungan, tetapi melulu segelintir yang berinvestasi. Untuk Anda, ini sebetulnya peluang. Jika Anda hendak kaya, atau minimal mempunyai lebih tidak sedikit uang, hindari kelaziman buruk ini. Begitu kita sudah sukses mengumpulkan simpanan yang cukup di bank, tidak boleh biarkan melulu diam begitu saja dalam rekening. Buat uang tersebut bekerja guna Anda dengan mengerjakan investasi dalam aset-aset berharga. Ketahuilah bahwa simpanan di bank andai didiamkan maka lama kelamaan akan menciut bukannya bertambah, sebab potongan administrasi dapat sama dengan atau malah lebih banyak dibanding bunga yang diserahkan bank. Pilihan investasi masa sekarang sangat beragam. Anda dapat memilih investasi sektor riil, mulai dari ikut franchise (waralaba), membuka restoran, toko, bengkel, kos-kosan, atau bahkan sekedar menciptakan barang kerajinan tangan atau dropship untuk dipasarkan lewat sosial media. Dapat pun memilih investasi sektor finansial, baik tersebut dengan melakukan pembelian saham, reksadana, atau belajar trading forex. Entah opsi mana yang kita ambil, pokok pentingnya ialah jangan hingga membiarkan tidak sedikit uang terbengkalai. Langkah kesatu dalam menjadi kaya ialah menghasilkan lebih tidak sedikit uang. Meski terdapat semboyan "hemat pangkal kaya", namun faktanya di dunia ini sekedar irit saja tidak cukup. Anda butuh memperbaiki kelaziman - kelaziman buruk laksana yang telah dilafalkan di atas, andai Anda tak hendak gagal kaya. Semua tersebut nantinya bakal menjadi landasan untuk masa depan kondisi keuangan yang lebih baik untuk Anda dan keluarga.

Rabu, 19 Februari 2020

Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Pergarakan Di CryptoCurrency

Cryptocurrency ialah sebutan guna mata duit digital apa juga yang melibatkan teknologi kriptografi. Saat ini, Cryptocurrency ialah salah satu aset perniagaan yang tumbuh sangat cepat, yang mengindikasikan potensi besar guna meraih profit. Cryptocurrency memiliki ciri khas pertumbuhan yang bertahap dan harga yang fluktuatif, serta perubahannya mendadak. Seperti halnya aset lain, nilai mata duit kripto didorong oleh sekian banyak  faktor. Harganya tergantung pada penawaran dan permintaan di pasar. Namun, ada pun faktor-faktor beda yang memprovokasi pergerakan harga Cryptocurrency.

Apa Saja Yang Mempengaruhi Harga Mata Uang Kripto?

1. Penawaran dan permintaan. Pertama, tingkat mata duit kripto tergantung pada ekuilibrium penawaran dan permintaan, cocok dengan hukum pasar. Ketika Cryptocurrency populer dan tidak sedikit diminati, harganya bakal naik. Dan sebaliknya, andai penawaran tinggi, dan permintaan rendah, harganya bakal turun. Perubahan yang cepat dalam ekuilibrium penawaran dan permintaan mengakibatkan volatilitas harga. Setiap pergerakan menyeluruh pada grafik mendorong trader untuk melakukan pembelian atau menjual. Mata duit digital mempunyai volatilitas tinggi, sehingga sesuai untuk ditradingkan, Di samping itu, nilai tukarnya pun terus berfluktuasi. Hanya dalam satu hari, harga pelbagai mata duit digital bisa naik 10-15% atau bahkan dua kali lipat. Baik investor besar maupun trader kecil, hendak menghasilkan duit dari ketidaktetapan harga melewati trading crypto. Salah satu teknik termudah untuk mengawali berkenalan dengan Cryptocurrency ialah dengan membuka akun trading dengan broker forex. Sebagian besar broker menyerahkan layanan trading pada mata duit digital. 

2. Regulasi Cryptocurrency adalahsalah satu hal terpenting ketika ini, sampai-sampai dapat memprovokasi situasi di pasar. Berita mengenai pelarangan mata duit digital tertentu atau industri secara keseluruhan, sampai pengakuan Bitcoin sebagai perangkat pembayaran, bakal sangat memprovokasi nilai tukarnya. 


3. Berita infrastruktur Cryptocurrency, yakni segala sesuatu yang menciptakan Bitcoin lebih dekat dan gampang digunakan, bakal memengaruhi permintaan pasar. Munculnya ATM Crypto, bekerjasama dengan sistem pembayaran terbesar, menyokong pemakaian Bitcoin sebagai perangkat pembayaran pada ranah yang lebih luas, laksana di kafe dan restoran. Informasi semacam ini mempunyai efek besar pada dinamika pasar dan perkembangan harga mata duit kripto. 

4. Serangan hacker, yang pasti tidak diinginkan oleh siapapun. Laporan mengenai peretasan ingin menurunkan harga. Pasar merespons secara instan, dan intensitasnya tergantung pada otoritas website yang diserang. 

5. Kumpulan koin di bursa teratas. Kumpulan Cryptocurrency, serta Delisting, pasti mengakibatkan perubahan harga. Informasi bahwa mata duit kripto baru bakal ditambahkan ke bursa mempertinggi minat di dalamnya. Dalam tidak sedikit kejadian, masuknya suatu Cryptocurrency ke bursa mengakibatkan peningkatan popularitas serta likuiditasnya menjadi lebih tinggi. Listing ialah hal positif yang bisa menyebabkan eskalasi harga. Sebaliknya, Delisting nyaris selalu disusul dengan penurunan harga yang signifikan. Hal yang perlu diacuhkan adalah: segera sesudah koin baru hadir di pasar Cryptocurrency, koin ini menarik tidak sedikit investor yang hendak mendapatkan eskalasi tajam dalam harganya. Sesuai dengan hukum pasar, perkembangan ini dilangsungkan secara singkat. 


6. Berita di media. Volatilitas harga mata duit kripto mayoritas didasarkan pada Hype yang terus menambah minat. Penurunan yang tajam dapat diprovokasi oleh artikel di jejaring sosial dan penyataan sah dari tokoh familiar di dunia Cryptocurrency. Di ranah Cryptocurrency, berita benar-benar mempunyai pengaruh signifikan terhadap kondisi di pasar. Namun, berita tersebut mungkin palsu. Dalam suasana seperti itu, investor mempunyai risiko merasakan kerugian. Untuk menangkal hal ini, pakai hanya sumber berita yang terverifikasi, serta meneliti berita pada sejumlah sumber guna terhindar dari berita palsu yang tidak berdasar. 

Kesalahan- Kesalahan Trader yang Menimbulkan Kerugian

Kita tahu tidak sedikit trader forex yang merasakan kerugian. Dari statistik muncul sekian banyak  angka antara beda 90% rugi, melulu 5% yang profit dan 5% lagi breakeven, atau 93% rugi dan lainnya. Namun demikian angka itu tidak dapat dikatakan pasti, beberapa datanya didapatkan dari broker-broker. Namun yang pasti tidak sedikit trader forex yang merasakan kerugian dan melulu sedikit sekali yang dapat profit dengan konsisten.

Memang susah untuk dipercaya, mereka merasakan kerugian bukan sebab tidak mengerti teknik trading yang benar, atau tidak paham analisa teknikal dan fundamental. Mereka sudah trading pada account demo dalam masa-masa yang lumayan lama. Money management dan rencana trading pun telah mereka terapkan, namun masih pun belum dapat menghasilkan profit dengan konsisten. Dari survey yang pernah dilakukan, mereka menciptakan kesalahan-kesalahan kecil namun sering. Seperti seorang pilot yang menerbangkan pesawat, katakan dari New York mengarah ke ke Los Angeles. Jika dalam perjalanan ia melakukan kekeliruan kecil dalam navigasi arah, hanya sejumlah derajat saja melenceng, maka pesawat itu akan selesai dan tiba di kota San Diego. Meskipun San Diego paling dekat dengan Los Angeles, tetapi kekeliruan tersebut jelas tidak cocok dengan misinya semula. Kesalahan yang berdampak fatal laksana ini sangat gampang diatasi, lumayan dengan memperbaiki arah navigasi cocok dengan tujuan. Tetapi pilot terbius dan memahami kesalahannya. Demikian pun dalam trading forex, kesalahan-kesalahan kecil bisa berdampak fatal dan mengakibatkan Anda kehilangan keyakinan diri. Anda dapat mencapai tujuan andai sadar dan tahu sejumlah kesalahan kecil yang sudah Anda lakukan, dan lantas memperbaikinya. Pada lazimnya ada 17 kekeliruan yang harus kita perhatikan:

1. Tidak benar-benar tahu kenapa harga bergerak laksana itu.

Ini ialah kesalahan yang umum. Banyak trader yang tahu tidak sedikit mengenai forex tetapi sebetulnya tidak memahami apa yang mengakibatkan pergerakan harga. Dalam urusan ini usahakan kita mempelajari mengenai permintaan dan penawaran di pasar forex, bagaimana pending order memenuhi market order, bagaimana bank-bank dan broker-broker besar mengerjakan transaksi menurut volume perdagangan, dan sebagainya. Pengetahuan yang fundamental dan menyeluruh tentang mekanisme perniagaan forex bakal sangat menolong dalam mengetahui pergerakan harga pasar.

2. Hanya trading pada satu time frame.

Banyak sekali trader yang merealisasikan ‘strategi hourly’ atau konsentrasi pada time frame 1 jam saja. Itulah sebabnya pada platform populer Metatrader tidak jarang kali tampil time frame 1 jam (H1) dalam suasana default-nya. Dengan hanya konsentrasi pada satu time frame trading jangka pendek seperti tersebut Anda tidak bakal tahu arah pergerakan harga pasar secara keseluruhan. Sebaiknya kita lihat pun pada time frame yang lebih tinggi (4 jam atau sehari atau seminggu) untuk memahami arah trend pergerakan jangka panjang, sedangkan untuk entry point, stop loss dan target profit dapat Anda tentukan pada time frame kesayangan Anda. Dengan menganalisa harga pada sejumlah time frame (multiple time frame) kita akan dapat terhindar dari kekeliruan antisipasi yang sebetulnya tidak butuh terjadi.

3. kita tidak peduli pada rinci strategi, angka asa profit dan rata-rata trade per bulan.

Ketahuilah dengan detail seluruh hal dalam trading Anda. Mengerti dengan rinci strategi yang Anda pakai akan mempermudah dalam penataan terhadap situasi pasar yang sedang terjadi. Kadang trader memakai strategi trend following saat pasar sedang ranging, atau kebalikannya sehingga hasilnya tidak cocok dengan yang diharapkan. Selain tersebut Anda pun mesti tahu angka asa profit atau expectancy dari masing-masing strategi yang kita gunakan. Untuk memahami angka asa profit, Anda harus tahu persentasi profit dari borongan trading atau winning trades (W%) dan persentasi loss dari borongan trading atau losing trades (L%). Sedang profit rata-rata dalam suatu winning trade ialah AvW (dalam satuan nilai uang) dan loss rata-rata ialah AvL (dalam satuan nilai uang). Angka asa profit = (W% x Av W) - (L% x Av L) (dalam satuan nilai uang). Untuk memahami parameter-paramer itu Anda harus mengupayakan strategi trading selama sejumlah waktu atau mengerjakan back-test (biasanya sejumlah bulan). Oleh sebab tersebut Anda mesti pun tahu jumlah rata-rata trade yang Anda kerjakan dalam sebulan.

4. Anda tidak jarang kali mencoba-coba strategi trading yang baru Mungkin ini kekeliruan yang tidak jarang dijumpai pada trader retail. Berganti dari satu strategi ke strategi lain ialah sama seperti mengupayakan sebuah topi baru untuk membetulkan permainan golf. Dengan kata beda kerugian yang tidak jarang Anda alami barangkali bukan sebab strateginya yang salah. Ketika kita memilih sebuah strategi tentunya telah Anda uji terlebih dahulu validitasnya. Anda melulu tidak konsisten merealisasikan strategi tersebut.


5. Memindahkan level stop loss ke titik breakeven saat Anda telah mendapat  profit untuk menghindari kerugian Kesalahan kecil ini dapat membedakan besarnya profit yang didapatkan trader. Tindakan itu tidak melulu memotivasi rasa fobia rugi tetapi pun membatasi peluang Anda guna meraup profit lebih banyak. Katakan pasar memang sedang bergerak trending dan Anda sudah meraup profit sejumlah pip. kita pindahkan level stop loss ke breakeven point. Pergerakan harga merasakan koreksi dan menyentuh level stop loss Anda, dan breakeven. kita memang tidak merasakan kerugian, tetapi pun tidak mendapat  apa-apa. Akan lebih baik andai Anda memblokir posisi yang sudah meraup progit sejumlah pip, tetapi teknik ini pun salah, dan tidak direkomendasikan. Lihat kekeliruan pada point berikutnya.

 6. kita punya strategi guna entry namun tidak terdapat strategi exit Banyak trader yang menciptakan strategi entry dengan paling hati-hati dengan sekian banyak  aturan yang melibatkan analisa teknikal dan fundamental. Jam berapa harus entry, menghindari berita rilis data mendasar dan beda sebagainya, tetapi mereka melalaikan strategi exit, atau bahkan tidak ada cerminan sama sekali. Kesalahan ini menciptakan profit yang didapatkan terbatas (ketika profit), atau merasakan kerugian yang lebih banyak dari yang seharusnya saat loss. Cara yang simpel untuk menilai exit ialah dengan menyimak level-level support dan resistance sebagai batasan pergerakan harga. Level exit dapat sekitar level support atau resistance yang terdekat tergantung dari situasi pasar.

Target Dalam Trading Forex Itu Sangat Penting


Banyak hal yang merintangi untuk tetap profit. Saat telah mendapatkan keuntungan, terkadang hasil yang anda peroleh bisa musnah di bulan-bulan berikutnya. Di balik tersebut semua, terdapat sesuatu yang mesti diacuhkan dalam menjalani trading forex. Bukan masalah Anda dapat profit besar, bukan masalah pula Anda dapat take profit sedikit, tetapi yang sangat penting ialah ketika Anda dapat membuat akun Anda meningkat besar secara konsisten.

Jika Anda dapat menghasilkan profit besar hari ini, dan dapat mendapatkan hasil yang bombastis ketika ini, tetapi 3 minggu lagi berakhir maka guna apa? Ada yang bilang tidak masalah rugi kemarin, yang urgen dapat rebate. Setidaknya dari kerugian kemarin masih ada saldo rebate yang didapatkan, sampai-sampai kerugian itu masih dapat diselamatkan dengan adanya rebate. Namun, urusan seperti tersebut usahakan dimanfaatkan sebagai "bonus" sampingan saja, bukan sebagai hasil deviden utama. Yang lebih urgen justru ialah seberapa baik kita dapat menjaga akun Anda, seraya meyakinkan pertumbuhan jumlah deviden di masa mendatang. Jika ketika ini Anda telah profit, dan dapat menghasilkan deviden yang menggiurkan, tetapi akhirnya rugi dan kehilangan modal, kemudian apa yang dapat dibanggakan? Akan percuma bukan? Tetapkan Target Tujuan utama di forex ini apa sih? Tentu tidak beda hanyalah menghasilkan keuntungan.


Dari keuntungan itu Anda kembangkan menjadi besar dan terus membesar. Bagaimana Anda bisa memanage akun kita menjadi lebih banyak dari modal awal ialah satu-satunya destinasi Anda yang sebenarnya. Dengan kata lain, semakin lama Anda mengerjakan transaksi, bakal semakin besar pula hasil yang didapatkan.- Bila modal kita masih sama dengan modal di bulan kemudian atau tahun kemudian maka Anda mesti membenahi diri. Jika modal kita tidak dapat lebih tidak sedikit dari modal di masa kemudian Anda, maka trading Anda ialah sia-sia. Percuma saja kita trading bila tidak ada pertumbuhan dari modal Anda. Berusahalah guna mempunyai target, bahwa deviden Anda bulan ini mesti lebih berlipat di bulan mendatang. Bila tidak bisa, maka Anda mesti membenahinya. Fokus Salah satu tugas untuk menciptakan akun trading kita bertambah ialah adanya sistem. Jika kita tidak mempunyai sistem, maka dijamin trading Anda akan amburadul dan berakhir modal.


Segera benahi trading sistem Anda, fokuskan pada satu sistem saja, dan jalankan sistem tersebut secara disiplin sampai mampu melipatkan deviden yang besar. Setelah sistem trading Anda dapat melipatgandakan modal, maka saatnya memutuskan target. Target bermanfaat untuk menolong trading hari ini bakal lebih baik dari 1 tahun yang lalu. Keuntungan Anda bakal membesar dari tahun ke tahun. Tanpa adanya target, maka hasil yang kita dapatkan bakal begitu-begitu saja. Yang butuh disadari, walaupun akun Anda bisa berkembang, loss juga tetap ada. Hal ini lumrah dan bakal tetap terdapat di perjalanan trading Anda. Kerugian tidak masalah, yang urgen sepanjang kita mempunyai target, disitulah akun kita akan tidak jarang kali berkembang.


Kesimpulan Trading forex kita akan percuma tanpa adanya sebuah target. Perjalanan transaksi ketika ini bakal dapat secara konsisten menguntungkan bila Anda punya rencana jangka panjang yang dapat membawa akun Anda lebih banyak dari bulan lalu, tahun lalu, ataupun 5 tahun yang lalu. Manfaatkanlah target dalam masing-masing transaksi Anda. Fokuskan, jalankan, dan hasilkan deviden maka akun Anda bakal segera berkembang.

Jangan Pernah Melewatkan Setiap Kesempatan Dalam Trading


Ada banyak dalil mengapa seorang trader tidak berhasil  menangkap peluang emas dan melewatkan kesempatan trading yang bagus guna mendapatkan pip. Pertama, mungkin sebab trader itu sedang minggir dari pasar sesudah loss satu atau dua kali. Bisa pun saat sedang menyimak perdagangan lain, atau ketika kehabisan kuota internet. Namun, tak tidak sedikit trader yang menyadari bahwa terdapat harga yang mesti ditunaikan dari melewatkan kesempatan trading. Bahaya melewatkan kesempatan trading terkadang dapat lebih menakutkan daripada salah ambil posisi. Melewatkan kesempatan trading bisa memengaruhi psikologi trading seseorang.

Apabila anda terus meyakinkan diri anda bahwa tak terdapat ruginya guna tidak buka posisi sesudah satu atau dua kerugian, maka kita dapat terperangkap dalam situasi yang dinamakan "Bias Baru". Bias Baru atau Recency Bias ialah kecenderungan trader untuk melulu melihat peristiwa-peristiwa yang sangat baru ia alami saja. Ia tidak atau tak sempat mempertimbangkan peristiwa-peristiwa sebelumnya. Padahal kadar kepentingan peristiwa-peristiwa yang telah lama selesai itu sama. Terjebak dalam Bias Baru akan menciptakan trader salah analisis dan keliru dalam memungut keputusan. Kekalahan alias loss ialah bagian dari trading. Jadi, hasil trading sebelumnya tidak boleh terlalu memengaruhi pemungutan keputusan kita berikutnya. Seorang trader yang arif seharusnya bisa beranggapan jangka panjang. Yang paling riskan dari melewatkan kesempatan trading ialah nafsu guna balas dendam. Trader yang kelewatan peluang bagus bakal tergoda guna menutupi kekurangan tersebut dengan menata setup trading yang tidak ideal. Mereka bakal bertrading lebih agresif daripada seharusnya. Trading yang dilatarbelakangi dendam bisa menghancurkan akun trading anda sekaligus. Jadi bagaimana teknik menghindarkan anda dari bahaya melewatkan kesempatan trading? Ada 4 cara:

1. Buatlah Trading  Jurnal 

Ini faedah membuat jurnal trading. Pandangan anda terhadap history trading anda sendiri akan lebih luas. Jurnal trading yang anda buat hendaknya berisi informasi mengenai apa saja yang menciptakan kita ragu, apa yang mendistraksi trading kita, dan seberapa tidak jarang pair forex yang anda trading-kan sejalan dengan sistem yang anda susun. Jurnal trading menolong kita guna mengidentifikasi pemicu sebuah kejadian. Bagi lebih jelasnya, kita dapat mencontoh Jurnal Trading di Seputarforex.com.

2. Pasang Pengingat Dan Order

Ini urgen terutama untuk part-time trader. Jika anda tidak punya masa-masa untuk memantau trading kita, maka pengingat yang anda pasang akan menimbulkan peringatan mengenai adanya peluang yang bagus. Beberapa platform trading memungkinkan trader guna mendesain pengingat sendiri.

3. Mengecilkan Ukuran Posisi

Jika anda lebih tidak sedikit melewatkan kesempatan trading dengan dalil kurang pede untuk memungut posisi, maka usahakan size position-nya dikurangi. Cara ini juga bermanfaat untuk mengajar insting kita supaya tak hanya trading dengan destinasi uang. Mempraktikkan kiat manajemen risiko yang tepat juga dapat mendorong rasa percaya anda dalam bertrading.

4. Mencari Hikmah Dari Suatu Peristiwa

Terimalah fakta bahwa kekalahan akan mengirimkan pada kemenangan. Satu atau dua loss saja bukanlah masalah, sekitar kita yakin dengan sistem trading anda dan arif melihat hikmah atau poin urgen dari hasil trading. Terbiasa menghadapi kekalahan akan menciptakan kita menghargai proses daripada sekedar menggali profit. Akhir kata, trader tidak jarang tak menyadari bahaya melewatkan kesempatan trading sebab tidak paham dampaknya. Trade yang loss dapat diminimalisasi sebab terekam dalam spreadsheet. Akan tetapi, trading yang terlewat tidak terekam dan anda tak bakal tahu penyebabnya.

inilah indikator Indikator Fundamental Yang dapat Menggerakkan Pasar forex


Setiap minggu terdapat puluhan data indikator ekonomi dan indeks survey yang diluncurkan di sekian banyak  situs. Banyak diantara data yang diluncurkan itu tidak memprovokasi pergerakan harga di pasar forex, atau paling kecil pengaruhnya. Sebagai trader, pasti kita ingin konsentrasi pada indikator mendasar yang dominan  signifikan pada pergerakan harga pasar untuk antisipasi dalam membuka posisi, atau mungkin mengelak dari pasar untuk menangkal terkena loncatan harga (slippage). Indikator mendasar yang dapat menggerakkan pasar forex umumnya ialah yang bersangkutan dengan data tenaga kerja, inflasi, kegiatan konsumen dan kegiatan investor. Seringkali suatu indikator dapat memprediksi atau memberi konfirmasi pada indikator yang lain, contohnya Gross Domestic Product (GDP) dan inflasi. Pasar bakal bereaksi andai rilis data bertolak belakang dengan prediksi atau konsensus analis. Berikut sejumlah indikator mendasar penting tersebut:

Data Tenaga Kerja: Non Farm Payrolls dan Unemployment Rate

Banyak ekonom berasumsi bahwa ketersediaan lapangan kegiatan dan jumlah tenaga kerja ialah indikator utama untuk memahami sehat atau sakitnya perekonomian sebuah negara. Di Amerika Serikat, Biro Statistik Tenaga Kerja (US Bureau of Labor and Statistics) masing-masing bulan merilis data mengenai tenaga kerja yang mencakup Non Farm Payrolls (NFP) dan Unemployment Rate (tingkat pengangguran). NFP mengukur evolusi jumlah tenaga kerja pada periode bulan sebelumnya diluar industri pertanian. Data yang diluncurkan tiap hari Jum’at minggu kesatu ini tergolong indikator yang mempunyai sifat leading untuk indikator consumer spending (pengeluaran konsumen), consumer confidence (kepercayaan konsumen) dan consumer sentiment, yang menggambarkan kesehatan ekonomi secara keseluruhan. Karena hal konsumen menilai nyaris 70% dari kegiatan perekonomian AS, rilis data dari Biro statistik tenaga kerja AS ini selalu dirindukan oleh pelaku pasar dan analis. Dampak pada pergerakan pasar juga besar, baik pasar saham atau forex. Bertambah atau berkurangnya lapangan kegiatan dan jumlah tenaga kerja akan dominan langsung pada suasana perekonomian. Misalnya, berkurangnya jumlah tenaga kerja dapat diartikan kian susutnya penghasilan sektor bisnis dan industri. Jika tidak sedikit orang yang kehilangan pekerjaan, mereka tidak dapat membeli barang atau produk yang didapatkan oleh sektor industri sampai mengurangi penghasilan sektor ini. Karena Amerika Serikat ialah negara yang terbesar perekonomiannya dan paling dominan di dunia, maka rilis data NFP AS jauh lebih dominan  pada pasar dikomparasikan rilis NFP Perancis misalnya. Data Unemployment Rate (tingkat pengangguran) di AS diluncurkan oleh Biro Statistik Tenaga kerja bersamaan dengan NFP. Data ini mengukur jumlah tenaga kerja yang menganggur (tidak bekerja) dan sedang aktif menggali pekerjaan pada periode bulan sebelumnya. Walaupun Unemployment Rate ialah indikator yang mempunyai sifat lagging, namun jumlah tenaga kerja yang menganggur akan memprovokasi tingkat pengeluaran konsumen dan dominan  pada penghasilan sektor bisnis dan industri juga.

Data Mengenai Inflasi: CPI, PPI dan Tingkat Suku Bunga

Diantara rilis data Consumer Price Index (CPI), Producer Price Index (PPI) dan tingkat suku bunga, indikator mendasar yang paling dominan  pada pasar ialah suku bunga. Tingkat suku bunga adalahoutput dari dua indikator mendasar sebelumnya yang mengukur laju inflasi. Bank sentral menilai tingkat suku bunga menurut indikator indeks harga konsumen (CPI) dan produsen (PPI). Kebijakan moneter bank sentral ini seringkali diumumkan tiap bulan, dan bakal sangat dominan  langsung pada pergerakan pasar forex andai tingkat suku bunga yang diluncurkan bertolak belakang dengan yang diinginkan para pelaku pasar dan analis. Berbeda dengan akibat rilis data NFP AS, pemberitahuan tingkat suku bunga akan dominan  pada seluruh mata duit utama yang merasakan perubahan suku bunga (EUR, JPY, GBP, CHF, AUD, CAD dan NZD), tidak melulu US dollar. Bahkan kadang pergerakan harga pasar dampak tingkat suku bunga ini dapat melebihi dampak dampak rilis data NFP AS, laksana yang pernah terjadi pada GBP sejumlah tahun lalu.

Data Consumer Price Index (CPI) yang dominan  pada pasar ialah Core CPI atau CPI inti, yakni indeks harga konsumen diluar sektor makanan dan energi. Bank sentral dan trader seringkali mengacu pada CPI inti guna mengantisipasi evolusi tingkat suku bunga. Perubahan CPI yang lumayan signifikan menggambarkan laju inflasi yang tinggi sampai bisa dominan pada reaksi bank sentral dalam menilai tingkat suku bunga. Producer Price Index (PPI) ialah indikator leading guna tingkat inflasi. Jika produser mendongkrak harga produk dan jasa, maka akan dominan langsung pada tingkat pengeluaran konsumen dan tingkat eskalasi harga barang secara keseluruhan. Jika data PPI diluncurkan sebelum CPI, seringkali akan dominan langsung pada CPI yang pada akhirnya dapat mempengaruhi bank sentral dalam menilai suku bunga. Di samping CPI dan PPI, semua pelaku pasar seringkali juga mengamati harga komoditi yang bisa dominan  pada eskalasi harga barang dan jasa, seperti contohnya harga minyak mentah dunia. Beberapa tahun terakhir, volatilitas harga minyak dunia paling mempengaruhi kegiatan perekonomian di sekian banyak  negara industri maju. Kenaikan harga minyak akan dominan  langsung pada ongkos produksi yang tentunya berdampak pada eskalasi harga produk yang didapatkan dan jasa transportasi. Hal ini akan dominan  pada eskalasi tingkat laju inflasi.

Indikator Fundamental Mengenai Aktivitas Konsumen

Perubahan tingkat kegiatan konsumen akan dominan  langsung pada deviden produsen dan pun tingkat harga barang. Ada sejumlah cara guna mengukur tingkat kegiatan konsumen, di antara yang sangat populer ialah dengan mengukur tingkat keyakinan konsumen (Consumer Confidence). Di Amerika Serikat tingkat keyakinan konsumen dilaksanakan melalui survey oleh Conference Board (sebuah lembaga non-profit) terhadap 5000 lokasi tinggal tangga mengenai situasi perekonomian dan bisnis ketika ini. Consumer Confidence pun adalahindikator leading guna tingkat pengeluaran konsumen yang mencerminkan kegiatan perekonomian secara keseluruhan. Tingkat keyakinan konsumen juga dapat dilihat dari indikator retail sales yang mengukur hasil penjualan produk retail pada sebuah periode tertentu, namun Consumer Confidence lebih mempunyai sifat jangka panjang. Di samping retail sales, data-data tentang situasi pasar kompleks juga dapat digunakan sebagai indikator tingkat keyakinan konsumen. Indikator Fundamental Mengenai Aktivitas Investor Seperti halnya tingkat kegiatan konsumen, tingkat kegiatan investor pun akan dominan  langsung pada kegiatan perekonomian secara keseluruhan, dan dapat diukur dengan tingkat keyakinan investor atau sentimen bisnis. Sentimen bisnis yang tinggi mencerminkan tingkat keyakinan investor guna menggerakkan roda perekonomian, membuat lapangan kerja dan berujung pada bertambahnya pertumbuhan ekonomi. Beberapa lembaga survey dan bank sentral mengerjakan survey pada sebanyak investor dan pelaku manufaktur tentang prospek perekonomian, yang diluncurkan dalam suatu angka indeks kepercayaan. Beberapa indikator tingkat keyakinan investor yang diluncurkan masing-masing bulan oleh lembaga survey dan bank sentral yang memprovokasi pasar antara lain: Philly Fed Manufacturing Index atau Philadelphia Fed Business Outlook Survey (Amerika Serikat) ISM Manufacturing PMI (Amerika Serikat), dan Manufacturing PMI dari Markit (Inggris) ZEW (Zentrum fur Europaische Wirtschaftsforschung) Economic Sentiment (Jerman) Ifo (Information and Forschung) Business Climate (Jerman)Sentix Investor Confidence (Uni Eropa) SVME (Schweizerischer Verband fur Materialwirtschaft und Einkauf) PMI (Swiss) NAB (National Australia Bank) Business Confidence (Australia) Tankan Manufacturing Index (Jepang), diluncurkan masing-masing kwartal.

Selasa, 18 Februari 2020

Cara Menjadi Trader Agresif, Tetapi Tidak Terlalu Agresif

mengapa banyak sekali trader begitu susah menghasilkan profit dengan konsisten diungkapkan oleh hedge fund manager terkemuka Amerika Serikat Ray Dalio, pendiri dan empunya perusahaan hedge fund terbesar dunia Bridgewater Associates, laksana dalam kitab Hedge Fund Market Wizards: “Dalam trading, Anda mesti agresif dan defensif pada ketika yang bersamaan. Jika kita tidak agresif maka akan susah menghasilkan profit, tetapi andai tidak defensif Anda bakal sulit menjaga profit yang sudah Anda peroleh sebelumnya”. Masalah yang tidak jarang dihadapi banyak sekali trader ialah keseimbangan guna bisa beraksi cukup agresif supaya bisa menemukan profit sedangkan menjadi lumayan defensif untuk menjaga profit yang telah diperoleh sebelumnya. Berikut ini sejumlah tip guna menyimbangkan perbuatan agresif dan defensif saat trading, supaya dalam jangka panjang dapat menghasilkan profit yang konsisten:

Menjadi Trader Agresif, Tetapi Tidak Terlalu Agresif

Sebagai seorang trader, kita tentu tidak jarang tergoda untuk mengerjakan trade sebanyak-banyaknya dan kadang dengan resiko yang lebih banyak dari yang sudah direncanakan demi untuk mendapat  profit yang lebih. Hal tersebut sangat wajar menilik misi alami seorang trader sebenarnya hendak mengeruk profit sebesar barangkali dalam masa-masa yang paling singkat. Pikiran yang tidak jarang ada pada trader ialah ‘kalau pasar sedang bagus mengapa tidak? Besok belum pasti akan trending lagi laksana ini..’ Memang tidak gampang menghilangkan perilaku tersebut, bahkan trader yang telah kawakan sering kali terjebak oleh pikiran hendak kaya dengan cepat. Dengan demikian sebetulnya sangatlah mudah untuk kebanyakan trader guna menjadi terlampau agresif. Namun dalam kenyataannya terlampau agresif akan mengakibatkan over trading yang cepat atau lambat bakal menggerogoti profit yang telah didapatkan sebelumnya, yang andai tidak cepat dihentikan pada kesudahannya akan mengakibatkan margin call. Berikut ini cara supaya trader tetap agresif namun tidak terlampau agresif:

1. Memutuskan guna disiplin dengan masuk pasar melulu menurut sinyal trading yang didapatkan oleh sistem trading yang sudah ditentukan. Sistem trading mencakup metode trading, strategi dan money management, jadi seharusnya kita tahu apa sebetulnya yang kita cari dari pergerakan harga pasar. Buatlah kesepakatan dalam rencana trading bahwa Anda melulu akan masuk pasar andai keadaan pasar telah cocok dengan strategi Anda.

2. Tidak ragu-ragu atau terlampau percaya diri saat Anda telah menyaksikan adanya sinyal guna entry. Ragu-ragu akan mengakibatkan Anda tidak cukup agresif dengan bisa jadi melewatkan kesempatan untuk mendapat  profit, tetapi terlampau percaya diri akan mengakibatkan Anda entry dengan melalaikan sinyal, atau yang pun sering terjadi ialah dengan memperbesar ukuran lot sebab yakin bahwa strategi yang Anda pakai pasti benar. Perilaku terlampau percaya diri ini sering dirasakan oleh trader yang pernah menemukan profit secara beruntun.

Menjadi Trader Defensif, Tetapi Tidak Terlalu Defensif

Secara emosional, trader lebih gampang untuk menjadi agresif daripada defensif. Dalam benak mereka trading ialah cara guna mendapatkan duit dengan masuk pasar, jadi apa gunanya trading kalau melulu mengamati pergerakan harga tanpa sering-sering masuk pasar? Tetapi empiris menunjukkan saat mereka merasakan kerugian yang diluar ekspektasinya mereka akan ingin terlalu defensif. Terlalu defensif bukan berarti tidak cukup agresif atau ragu-ragu, tetapi sengaja tidak inginkan masuk pasar walaupun terdapat sinyal sebab takut rugi. Secara emosional, perilaku terlampau defensif diakibatkan rasa fobia yang berkepanjangan dimana trader menjadi paling jarang masuk pasar sebab dihantui oleh fobia menderita kerugian lagi, walau niatnya masih hendak trading. Kasus semacam ini tidak sedikit dijumpai pada trader yang akun-nya istirahat (sleeping account). Pada dasarnya, "defensif" berarti secara emosional tidak gampang tergoda oleh pergerakan harga yang mengakibatkan trader masuk pasar diluar sinyal yang sudah disepakati, sedangkan "terlalu defensif" mengacu pada fobia rugi yang berlebihan sampai-sampai akan menggerogoti profit yang telah didapatkan sebelumnya. Biasanya perilaku terlampau defensif dirasakan oleh trader yang pernah menderita kerugian beruntun. Bagi menyiasati urusan ini, disarankan untuk unik (withdraw) deviden yang sudah Anda peroleh secara rutin sampai-sampai secara psikologis Anda bakal percaya bahwa trading memang dapat menghasilkan. Dengan menyelamatkan sebagian atau semua profit yang sudah Anda dapatkan diinginkan Anda tidak akan fobia lagi guna masuk pasar. Kelak Anda dapat mulai meningkatkan dana atau menambah ukuran lot trading saat Anda telah tidak terlampau agresif atau tidak terlampau defensif.

Cara Memilih Broker Forex Sesuai Dengan Biaya Trading

Pasar forex menjanjikan tidak sedikit keuntungan. Broker-broker saling berlomba menawarkan fitur guna memikat perhatian trader. Broker mana yang sangat memberikan situasi trading menarik, pastinya yang sangat difavoritkan oleh trader. Ada broker yang menawarkan low spread, bahkan tidak tidak banyak pula yang mengklaim no commission. Untuk trader pemula, penawaran-penawaran tersebut terdengar menarik. Trader mana sih yang tidak suka ketika trading tanpa dipungut ongkos tambahan apapun? Padahal kalau diacuhkan secara detail, tidak barangkali para broker tersebut tidak unik keuntungan sepeser pun. Broker sama seperti saudagar di pasar tradisional. Tidak mungkin andai pedagang tersebut memberikan penawaran secara gratis kepada pembeli. Di balik sekian banyak  penawaran yang unik seperti diskon, tentunya ada celah untuk pedagang guna mendapatkan deviden dari pembeli. Hal tersebut sama laksana yang dilaksanakan oleh broker terhadap trader. Meski sudah menyerahkan fitur no commission, swap free, dan masih tidak sedikit lagi, broker-broker tersebut pasti telah memiliki teknik sendiri untuk unik minat trader tanpa mengorbankan profit. Tentunya, deviden ini sangat diperlukan untuk menjalankan perusahaan mereka.

Karena itu, usahakan trader tidak boleh terlalu menjadi budak cinta atau "bucin" ketika memilih broker. Maksudnya, trader mudah terbuai dengan penawaran-penawaran semua broker tanpa memahami untung-ruginya untuk trading. Bagi menghindari kerugian, trader perlu memahami secara rinci bagaimana teknik memilih broker dari penawaran biaya. Biaya-biaya apa saja yang butuh dihindari oleh trader dalam penawaran fitur broker. Trader mesti seksama memilih fitur yang cocok dengan keperluan trading masing-masing. Perlu dikenang bahwa bebas ongkos 0% tersebut belum tentu menyerahkan profit maksimal. Sejatinya, profit trading itu didapatkan dari kombinasi tidak sedikit faktor. Tidak melulu menurut penawaran broker, tapi pun strategi trading yang mumpuni, manajemen risiko yang bagus, indikator trading yang tepat, dan lain-lain. Berikut bakal dibahas ongkos apa saja yang ditawarkan oleh broker, sekaligus bagaimana trader bisa menghindari maupun menyesuaikan ongkos itu cocok dengan keperluan trading.

Jenis Biaya Broker

Ada tiga format biaya yang sering dipakai oleh broker dalam pasar forex. Beberapa broker menawarkan spread tetap. Broker lainnya memberikan format spread mengambang. Ada lagi yang membebankan komisi berupa persentase atau nominal duit per volume trading. Jadi, opsi mana yang terbaik untuk trader? Spread ialah selisih antara harga penawaran (bid) dan harga permintaan (ask). Harga penawaran ialah harga yang trader terima untuk memasarkan mata uang, sementara harga permintaan ialah harga yang mesti trader bayar untuk melakukan pembelian mata uang. Spread ini dipakai oleh broker guna meraup penghasilan. Nilai spread bisa trader lihat ketika memilih pasangan mata dana yang akan dipakai untuk trading. Misalnya, pada pair EUR/USD laksana yang diperlihatkan pada gambar di bawah ini, terdapat nilai bid/ask, 1.11760/1.11768. Maka, nilai spreadnya ialah 0.8 poin, hitungan dari selisih 1.11768 dan 1.11760.

Sekilas, tampaknya spread tetap barangkali menjadi opsi tepat. Dengan spread tetap, trader tahu betul seberapa tidak sedikit biaya yang dibebankan semenjak awal. Trader tidak perlu cemas perubahan biaya dampak pergerakan harga di pasar. Apabila broker pada misal di atas memakai spread tetap, maka nilai spread tersebut akan tetap 0.8 poin, terlepas dari volatilitas pasar. Sedangkan pada broker yang menawarkan spread mengambang, trader dapat menginginkan spread lebih kecil. Misalnya selama 0.1 pip. Namun, nilai itu dapat berubah-ubah dan naik secara tek terduga, misalnya sampai 10 pips. Hal tersebut tergantung pada pasangan mata yang dipilih dan tingkat volatilitas pasar. Penawaran spread mengambang dapat menguntungkan sekaligus merugikan trader. Jika pasar berubah-ubah, trader dapat membayar ongkos lebih tinggi dari yang diduga sebelumnya.

Jadi, Pilih Broker Yang Mana?


Itu menjadi pertanyaan yang sulit dibalas trader, bahkan oleh trader profesional sekalipun. Semua broker tidak barangkali dapat menyerahkan pelayanan yang sama. Beda broker, pastinya lain pelayanan. Ada keunggulan dan kelemahan masing-masing yang dipunyai oleh masing-masing broker. Meski dalam pasangan mata duit sama, harga yang ditawarkan oleh broker A, belum pasti sama ketika trading di broker B. Hal itu dikarenakan oleh perbedaan penyedia likuiditas yang mereka gunakan. Mengapa? Karena pasar forex ialah pasar over-the-counter dimana bank-bank dan broker besar menjadi penyedia likuiditas, sedangkan broker ritel menjadi agregator harga yang menawarkan layanan trading secara luas pada klien. Dengan demikian, semakin baik relasi suatu broker dengan penyedia likuiditas, dan semakin luas jangkauannya, maka semakin efektif pula ongkos trading yang dapat ditawarkan. Broker yang mempunyai relasi powerful dengan sejumlah penyedia likuiditas, sebut saja 12 bank besar, maka broker itu dapat memberikan penawaran harga yang lebih kompetitif untuk kliennya. Bahkan sesudah melebarkan spread guna meraih laba lebih besar, broker laksana ini masih dapat menyerahkan spread yang lebih kompetitif bila dikomparasikan dengan broker lainnya. Apabila trader memilih broker yang memberikan garansi likuiditas dengan spread menarik, maka inilah opsi ideal yang semestinya dicari.

Namun untuk trader yang lebih memprioritaskan ketepatan eksekusi trading, maka spread tetap bisa menjadi penyelesaian terbaik. Bagaimanapun juga, slippage ialah risiko yang tak hendak ditanggung oleh nyaris semua trader di pasar forex. Mengenai ongkos trading broker dalam format komisi, trader dapat mempertimbangkan kelayakannya dari fitur ekstra yang bakal disediakan broker tersebut. Sebagai misal nih, broker A menetapkan ongkos kepada trader sebesar USD2.5 per trading 1 lot standard. Namun, ia dapat memberikan kualitas eksekusi ECN dan platform proprietary dengan tool trading yang jauh lebih superior dari MetaTrader. Dalam urusan ini, maka komisi yang diserahkan tentu dapat dianggap sepadan. Namun, perlu dikenang lagi, seluruh penawaran-penawaran tersebut harus dicocokkan dengan keperluan trader masing-masing. Jika Anda tergolong trader non-scalping yang tidak mengkhususkan kecepatan eksekusi ataupun perlengkapan canggih, maka bikin apa menunaikan komisi ekstra?

Cara Memilih Broker Perlu Disesuaikan Dengan Kebutuhan Trading

Dari keterangan di atas, dapat diputuskan bahwa ongkos trading murah dapat didapatkan dari broker dengan penyedia likuiditas yang menjanjikan. Biasanya, broker-broker laksana ini menawarkan spread mengambang. Namun, semua tersebut tetap pulang pada keperluan masing-masing trader. Jika yang sangat diutamakan ialah kestabilan spread, maka spread tetap dapat lebih diprioritaskan ketimbang jenis spread mengambang. Di samping itu, bilamana trader memerlukan kemudahan tambahan yang disediakan oleh broker penyedia komisi trading, maka urusan ini dapat menjadi ongkos trading yang butuh dipertimbangkan sebagai fee tambahan. Intinya, pastikan supaya kelebihan dan kekurangan ongkos trading broker tidak menciptakan trader terperosok dalam kerugian. Apalagi, untung-ruginya trading bakal trader tanggung sendiri nantinya.

Indikator Paling Ampuh Untuk Mengetahui Kondisi Market Yang Sideaway

Ketika trading forex, terdapat kalanya pasar menunjukkan situasi pasar yang datar. Pair ini inginkan kemana? Apakah bakal naik atau turun? Tidak terdapat tren yang terbentuk. Jika asal-asalan buka posisi, kerugian siap mengintai. Karena itulah, sekian banyak  indikator pendeteksi Sideways dibuat untuk menolong trader masuk pasar walau volatilitas sedang lemah. Sideways ialah periode pergerakan harga yang lemah dan bisa terjadi pada instrumen perniagaan apapun. Secara visual, situasi Sideways terlihat laksana volatilitas yang lemah, namun secara fundamental, dengan kata lain hampir tidak terdapat likuiditas di pasar. Ketika memakai indikator volume, situasi flat 60-100 point mungkin mengindikasikan adanya "kehidupan", namun sebenarnya, volume trading yang riil tidak sebesar itu.

Periode flat ini terjadi seringkali sebelum atau setelah berita dominan  yang tidak terantisipasi, sampai-sampai pelaku pasar kehabisan amunisi guna buka posisi lagi. Trading saat pasar dalam situasi Sideways dapat sulit dan berbahaya, terutama untuk para peminat trading agresif. Lalu, bagaimana metodenya keluar dari pasar saat sedang Sideways? Ada sejumlah indikator pendeteksi Sideways yang sangat berfungsi untuk dipelajari. Melalui indikator-indikator ampuh ini, Anda dapat mengetahui waktunya terbit dari pasar dan mempersiapkan strategi guna masuk lagi ke pasar.

Ciri Indikator Pendeteksi Sideways


Berbagai cara dan indikator forex guna pasar Sideways telah tidak sedikit diciptakan. Mulai dari yang simpel sampai yang ribet, algoritma indikator-indikator teknikal itu harus mengisi kualifikasi berikut:

Analisis yang komprehensif mengenai volume trading; Perhitungan penyimpangan relatif dan absolut dari nilai rata-rata; Perhitungan kekuatan pasar (analisis Supply And Demand ketika ini); Perhitungan pergerakan di masa-masa mendatang (menurut harga dan waktu); Tampilan visual tergantung pada jenis indikator.


Indikator Overlay Di Pasar Sideways

1. Indikator Williams' Alligator

Williams' Alligator ialah contoh sangat sederhana dari indikator pendeteksi Sideways dan terdiri dari serangkaian Moving Averages. Jika garisnya bergerak berlawanan, dengan kata lain ada tren yang terbentuk. Sebaliknya, andai garisnya saling bertumpukan atau paralel, maka pasar sedang Sideways. Apabila Alligator "membuka mulut", pembentukan tren baru dimulai.

2. Bollinger Band
Jika Indikator Bollinger Bands pada chart berbentuk horizontal dengan kisaran yang sempit, maka pasar sedang Sideways. Semakin sempit channel yang terbentuk, semakin powerful pula tren yang bakal terjadi. Trader butuh menunggu sampai Bollinger Bands melebar dan mengambil peluang masuk pasar dari batas atas atau bawah.

3. Parabolic SAR

Parabolic SAR pun menjadi di antara indikator kesayangan saat pasar sedang Sideways. Semakin dekat dan halus titik sinyal dengan grafik harga, semakin bisa dikonfirmasikan bahwa pasar sedang flat.

Di samping 3 indikator overlay di atas, terdapat juga kelompok Oscillator yang dapat diandalkan sebagai indikator pendeteksi Sideways. Indikator Oscillator ini dapat menunjukkan level Overbought/Oversold menurut histori harga. Semakin dekat garis ke level nol, Sideways bakal semakin sempit dan lebih tahan lama. Sebagian besar indikator yang akan dilafalkan di bawah ini ialah modifikasi Stochastic Oscillator atau Williams% R, teknik membacanya ialah dengan menyimak satu atau dua garis sinyal dalam rentang dari 0 sampai 100.

Indikator Oscillator Ketika Pasar Sideways

1. Accelerator Oscillator (AO)

Melalui optimasi yang cermat, Accelerator Oscillator (AC) ialah indikator yang sesuai untuk pasar Sideways. Ketika volatilitas rendah tengah terjadi, bilah histogram bakal mengecil dan berfluktuasi di dekat garis dasar.

2. Relative Strenght Index (RSI)

Berbicara soal Oscillator pendektesi Sideways, RSI tentu pantas masuk daftar. Indikator ini mengindikasikan rasio rata-rata eskalasi harga penutupan dengan rata-rata harga penutupan. Absennya situasi divergen yang tidak jarang menjadi sinyal trading pada RSI, menjadi pertanda bahwa market sedang Sideways.

3. Average Directional Index Movement (ADX)

Indikator ADX bermanfaat untuk identifikasi arah dan kekuatan tren. Algoritma perhitungannya yang modern telah terbukti minim delay dan menebak pergerakan lebih lanjut. Parameter yang digunakan ialah pergerakan garis utama ADX di level 20. Apabila sinyal ADX di bawah level tersebut, maka trend terindikasi melemah dan harga ingin bergerak Sideways. Sayangnya, sinyal ADX tidak cukup optimal sebagai indikator pendeteksi Sideways guna entry. Indikator gubahan Welles Wilder ini lebih ideal andai dimanfaatkan sebagai sinyal exit saat pasar memasuki situasi Sideways.

Yang Perlu Diketahui Soal Indikator Pendeteksi Sideways


Sebenarnya, masih terdapat indikator-indikator ampuh guna pasar Sideways beda yang dapat digunakan laksana Trend Filter, level Murray, serta Awesome Oscillator. Namun, perlu dikenang bahwa beberapa besar indikator Oscillator melulu menunjukkan situasi yang tengah terjadi ialah trending atau Sideways, tanpa memberi prediksi kapan trend bakal berakhir, sampai-sampai trader dapat ketinggalan masuk ke pasar. Kondisi Sideways ialah momen yang tepat untuk menyangga diri dari kegiatan trading. Masalah utama trader pemula atau mereka yang super-aktif ialah kurangnya kesabaran untuk menantikan pergerakan Sideways, sampai-sampai mereka tidak jarang memaksakan strategi trading di pasar trend meskipun situasi harga sedang tidak cukup menguntungkan. Dalam urusan ini, 6 indikator pendeteksi Sideways di atas diinginkan mampu menolong trader pemula lebih arif mencari kesempatan trading.

Senin, 17 Februari 2020

Cara Menentukan Manajemen Resiko Pada Forex



Dasar Manajemen Resiko


Apabila kita berkata mengenai Resiko, tentu disetiap pekerjaan memilikinya, tetapi resiko yang pun akan berbeda-beda guna setiap kegiatan yang dilakukan. Disini saya bakal ambil misal mengenai Resiko yang biasa terjadi disetiap perjalanan yang anda lalui. Seseorang yang bakal berangkat bekerja, ataupun berwirausaha dikawasan yang strategis, masing-masing harinya berhadapan dengan situasi jalanan yang macet. Seseorang tersebut dapat saja yakin bisa sampai di kantor tepat waktu. Namun, tentu situasi di jalanan tidak terdapat yang tahu, contohnya pohon tumbang dampak hujan sebelumnya, atau jalanan diblokir atau hal lain yang dapat mengakibatkan terhalangnya perjalanan. Kemampuan seseorang itu dalam mengelola ketidakpastian dijalanan ialah salah satu format dari Manajemen Resiko. Sama halnya dengan Dunia Finansial, Resiko ialah ketidakpastian yang akan terjadi dari masing-masing situasi dan keputusan yang anda ambil. Hanya saja konsekuensi dari manajemen resiko tersebut ialah berkurang atau hilangnya beberapa dana kita. Bagi itu, Manajemen Resiko dalam urusan ini dapat menolong kita guna mengenali resiko apa saja yang barangkali dihadapi dan apa saja teknik yang butuh dipersiapkan untuk menyelamatkan atau mengurangi sebagian jumlah kerugian kita.

Manajemen Resiko Disetiap Trading

Resiko trading ialah resiko yang kita ambil saat menilai seberapa besar modal dan volume transaksi yang dilibatkan. Resiko jenis ini sepenuhnya terdapat di bawah kontrol Anda. Resiko Total Equity Manajemen resiko profesional seringkali menganjurkan resiko total diberi batas maksimum melulu sampai 20-30%.Jika Anda lumayan confident, maka Anda dapat menyesuaikannya dengan ukuran yang lebih besar. Resiko Per Entry Posisi Setelah kamu menilai batasan reiko total equity, barulah manajemen resiko stop loss bisa ditentukan. Metode guna menilai stop loss berbagai ragam. Tapi usahakan manajemen resiko kamu harus melihatnya dari total equity.

Manajemen Pasar

Resiko yang satu ini berasal dari pasar forex yang memang akan tidak jarang kali ada, baik sebelum Anda tercebur maupun sesudahnya. kita sama sekali tidak dapat mengerjakan apa-apa terhadap jenis resiko ini, kecuali mengenal, menganalisa, dan mencari teknik mengatasinya. Dalam melakukan teknik mengatasi resiko pasar, Anda dapat mempertimbangkan opsi instrumen trading, serta bagaimana pergerakan harga dan volatilitasnya. Setiap instrumen trading memiliki keanehan tersendiri, 3 manajemen resiko terpenting yang mesti kita pertimbangkan merupakan: Perubahan Harga dan Volatilitas Yang kesatu dan yang sangat dasar ialah perubahan harga pasar. Perubahan ini pastinya akan membuat manajemen resiko tersendiri bagi kegiatan trading Anda. Saham yang berkapital besar seringkali bergerak lebih stabil dibanding yang berkapital kecil. Forex dan index pun sama, sejumlah index dan mata duit bergerak lebih stabil dibanding yang lain. Resiko Leverage dan Margin Resiko leverage dapat ditafsirkan sebagai manajemen resiko yang muncul dampak pemakaian skala modal yang lebih banyak dibanding modal yang disetorkan. Misalnya kita dapat melakukan pembelian atau memasarkan suatu instrumen ekuivalen $ 100,000,- dengan melulu menyetorkan garansi dana sebesar $1,000. Semakin besar leverage yang kita pilih, maka semakin kecil pula garansi yang butuh Anda bayarkan. Kondisi ini sekilas menguntungkan, karena andai Anda kesempatan bagus Anda bisa memperoleh peluang lebih tidak sedikit untuk menemukan profit yang lebih besar. Namun bagaimana andai posisi kita merugi? Tentu uang garansi Anda pun akan cepat berakhir seiring dengan evolusi harga di pasar.

Risk to Reward Ratio

Adalah manajemen resiko rasio yang dipakai untuk mencocokkan potensi deviden dengan resiko dalam setiap pemungutan keputusan transaksi. Risk reward ratio dalam urusan ini bertolak belakang dengan yang lazimnya dipahami. Dalam dunia trading istilah itu digunakansebagai sebuah cerminan tentang manajemen resiko yang akan dipungut untuk mendapatkan sebanyak keuntungan tertentu. Misalnya bila kamu mempunyai rasio risk reward 5:1, bukan berarti bahwa kita secara nyata menerima deviden 5 kali lebih banyak dibanding resiko. Sekali lagi bahwa urusan ini ialah rasio bukan fakta. Untuk merangkai ratio risk reward untuk setiap orang bakal berbeda-beda dan mempunyai sifat subjektif. Investor bermodal besar bakal mempunyai tingkat penerimaan terhadap resiko lebih banyak dibanding pemodal kecil. Faktor personal beda manajemen resiko, laksana tujuan, karakter dan tingkat keterampilan juga dominan dalam merangkai rasio. Bagi menyesuaikan rasio itu ke dalam kegiatan transaksi manajemen resiko pun tidak terlampau rumit, ada tidak sedikit cara yang bisa dilakukan, contohnya dengan merubah komposisi modal, stop loss atau bahkan dengan merubah exit point. Menyusun Ratio sendiri Penyusunan manajemen resiko reward tidak butuh rumit, bahkan paling sederhana. Anda melulu perlu membalas dua pertanyaan inilah ini : Berapa jumlah deviden yang kamu inginkan dari masing-masing transaksi? Berapa jumlah duit yang rela kita tempatkan ke dalam resiko guna mendapatkan keuntungan itu ? Setelah kamu menjawabnya, bagilah jumlah keuntungan itu terhadap jumlah resiko yang kita relakan, dan hasilnya Anda sudah mendapatkan rasio risk reward kita sendiri. Win Ratio Ratio ini bermaksud mengukur seberapa besar presentase kemenangan dengan kekalahan yang didapatkan oleh sistem trading anda. Bagi mendapatkannya kamu tentu mesti mempunyai sistem manajemen resiko terlebih dahulu. Susunlah sistem itu dan uji hasilnya baik dalam format back testing ataupun forward testing dengan memakai demo account. Anda pun dapat melakukannya dengan test visual melewati grafik bila tersebut mudah dilakukan. Setelah itu, catatlah hasil berapa kali sistem itu menghasilkan deviden dan berapa kali kekalahan yang kita peroleh. Dengan demikian manajemen resiko Anda sudah mendapatkan win to loss ratio. Pareto Principle Prinsip Pareto menuliskan bahwa 20% dari sesuatu tersebut selalu menyebabkan hasil 80%. Dengan kata lain, 80% hasil didapatkan dari 20% aktifitas, dan 20% dari hasil selalu didapatkan dari 80% aktifitas. Dalam artian trading, profit yang efektif tersebut datang melulu dari beberapa kecil (20%) kegiatan transaksi Anda. kita tidak mesti mengadopsi angka prinsip ini secara persis, yang terpenting anda paham bahwa banyak sekali dari kegiatan trading seringkali hanya menyumbang beberapa kecil untuk pertumbuhan modal kita. Sebagai misal manajemen resiko, katakanlah suatu metode mempunyai probabilitas 60% kekalahan dan 40% kemenangan. Prinsip diatas bisa berjalan laksana ilustrasi dibawah : 10 Transaksi EUR/USD; masing-masing transaksi mempunyai SL 50 poin dan TP 100. 6 dari transaksi tersebut terpapar stoploss dan menghasilkan kerugian, 4 lainnya menghasilkan deviden 6 Transaksi Loss x 50 poin (pips) x $10/poin =- $3,000 4 Transaksi Profit x 100 poin x $10/poin = +$4,000 Net Profit/ Loss = +$1,000 Artinya bahwa dengan mengelola manajemen resiko trading anda, cara yang buruk sekalipun masih bisa menghasilkan keuntungan.

Apakah Bisa Sukses Menjadi Trader Forex Walaupun Part-Time Saja

Menjadi trader forex part-time menjadi opsi hidup tidak sedikit orang karena sejumlah alasan. Dari pencarian Seputarforex.com, banyak sekali orang memilih menjadi trader forex part-time karena hendak mencari "ceperan" atau ekstra pemasukan di samping kegiatan utama mereka. Waktu trading forex yang luwes menjadi dalil favorit dipilihnya trading forex sebagai kegiatan sampingan.

Salahkah? Tentu tidak terdapat yang salah dari opsi seseorang guna menjadi trader forex full-time ataupun part-time, toh kepentingan setiap orang tentu berbeda. Beberapa trader forex senior laksana Sigit Purnomo Ninjaa Trader dan Buge Satrio juga adalahtrader forex part-time yang punya kegiatan utama di samping trading. Biar santai yang urgen serius, begitulah seringkali slogan seorang trader forex part-time. Namun, menjadi trader forex part-time bukan berarti tidak dapat sukses, lho! Berikut ini ialah tips untuk menolong trader forex part-time supaya sukses:

1. Lihat Jadwal Dulu Baru Tentukan Metode Trading


Jadwal adalahurusan nomor wahid untuk seorang trader forex part-time. Biarpun side-job, bukan berarti identik dengan masa-masa yang serampangan bukan? Jadi, kesatu, buatlah jadwal. Jika dalam satu hari kita menjatahkan satu jam guna trading, maka optimalkan masa-masa tersebut. Contoh kasus, Adi ialah seorang karyawan yang melulu punya masa-masa pukul 7 hingga 8 pagi WIB guna bertrading forex. Kita tahu bahwa jam itu adalahsesi perniagaan Asia yang volatilitasnya ingin rendah. Maka, Adi mesti menilai gaya trading yang cocok dengan situasi sesi perniagaan di jadwalnya. Day trading pasti tak sesuai untuk Adi. Mungkin Adi dapat mencoba Swing Trading jangka panjang saja misalnya. Jadi, trader forex part time mesti menyaksikan jadwalnya dulu sebelum menilai metode. Jangan terbalik, ya!

2. Pintar Memanfaatkan Waktu Yang Sempit

Lagi-lagi masih bersangkutan dengan masalah waktu. Jika Anda ialah seorang trader forex part-time yang masih dalam masa "tumbuh kembang", maksudnya, masih dalam etape mengembangkan kemampuan, maka manfaatkan porsi masa-masa yang lebih tidak sedikit untuk mengerjakan review chart atau mem-backtest sistem. Kemampuan trading anda tidak hanya ditajamkan dengan teknik menyusun rencana lantas melakukan eksekusi trading berkali-kali; tetapi pun dari tugas-tugas trading lainnya seperti menciptakan jurnal trading, mem-backtest sistem, dan lain-lain. Sayang waktunya andai saat pasar slow, Anda hanya duduk di depan monitor "nungguin" trading Anda. Lebih baik, masa-masa yang tidak banyak ini dimanfaatkan guna belajar materi penyokong trading bukan?

3. Selalu Memeriksa Kalender Forex

Trader forex part-time biasanya akan kelewatan event-event urgen atau event-event mengejutkan sebab tidak punya masa-masa yang luwes untuk memantau tradingnya. Oleh sebab itu, butuh menyisihkan masa-masa untuk mengecek kalender forex masing-masing harinya. Dengan memahami event-event urgen atau berita-berita forex fundamental, trader bisa merencanakan skenario trading dan mempunyai cerminan prediksi bagaimana kira-kira pergerakan pasar nantinya. Atau, andai sudah kelewatan, maka trader tersebut dapat membuat skenario beda menurut sebuah peristiwa.

4. Membuat Jurnal Trading

Jurnal Trading, untuk trader forex full-time saja telah terbilang penting, lagipula bagi trader paruh waktu. Sediakan waktu eksklusif untuk merangkai jurnal trading demi mengimbangi masa-masa yang dipakai selain guna urusan trading. Membuat jurnal trading menolong trader untuk memahami strategi mana yang bermanfaat dan strategi mana yang tidak. Jurnal trading pun membantu menghemat waktu, lho. Contohnya, daripada menguras waktu guna mengingat-ingat saat-saat laksana apa GBP menjebol high atau low dengan kuat, lebih baik langsung saja periksa jurnal trading. Bagi trader forex part-time yang mengandalkan robot EA, jurnal trading juga bermanfaat untuk menilai apakah kinerja robot berlangsung baik atau tidak.

5. Menggunakan Robot Atau Expert Advisor

Kalau yang kelima ini, ialah langkah yang sangat akhir. Mengapa? Karena, trader yang memakai robot trading usahakan lebih dahulu menguasai dunia trading forex. Penggunaan robot trading memang dapat membantu trader forex paruh waktu. Namun, andai salah strategi dan terlampau mengendalkan robot, bukan tak barangkali akun trader pun akan kacau karenanya. Jadi, lebih baik tidak boleh terlalu percaya atau mengandalkan robot saja. Sekilas, tips berhasil menjadi trader forex part-time di atas juga dapat diterapkan oleh trader forex full-time. Namun, yang butuh diingat, trader forex yang menjadikan trading sebagai sampingan, mesti mengawal "permainan" mereka tambahan ketat. Jadi, apakah part-timer tak dapat sukses? Tentu tidak, namun tantangannya lebih besar sebab musuhnya ialah waktu.

Jangan lakukan Ini Jika Tidak Ingin Gagal Dalam Trading Forex

Yang bakal saya kupas di sini ialah kesalahan fatal berujung tindakan dosa trading. Begitu ngerinya akibat yang diakibatkan, Anda hingga tak dapat tidur nyenyak. Yang sangat buruk, dana kita ludes seketika sebab perbuatan tersebut. Lantas, apa saja sih kekeliruan trading yang mengakibatkan dosa mencekam seperti itu? Berdasarkan empiris yang dibagikan sejumlah trader, ini dia hal-hal fatal yang usahakan kita hindari supaya tidak terjebak skenario mengenaskan:

1. Terburu-buru Trading Di Akun Live

Chris (bukan nama sebenarnya) kesatu kali mendengar mengenai trading forex melewati socmed teman-temannya. Karena langsung tertarik, tanpa ba bi bu ia mengupayakan ikut-ikutan menjadi trader forex. Seperti trader baru pada umumnya, ia terdahulu melakukan tahapan yang tepat dengan membuka akun demo dulu. Dan untuk membudayakan diri dengan platform trading, ia juga mulai tidak sedikit membaca serta mengekor saran trader-trader expert. "Saya mulai mengekor rekomendasi para berpengalaman tentang pair apa yang usahakan ditradingkan dan urusan lainnya, namun saya sebetulnya belum benar-benar paham," demikian ujar Chris. Setelah sebulan trading di akun demo dan balance-nya naik terus, ia langsung menyimpulkan untuk membuka akun live. Ia percaya andai saran-saran semua expert sebelumnya dapat diandalkan guna mendapat perkembangan balance yang menggiurkan secara real. Yang tidak Chris sadari, trading di akun demo tersebut sama sekali tidak laksana di akun live. "Saya tidak mempunyai strategi yang solid, manajemen risiko, lagipula siap secara psikologis. Jadi saat akun live saya mulai terus-terusan merugi, saya tidak tahu apa yang mesti dilakukan," kenang Chris. Pada akhirnya, akun Chris langsung amblas sesudah dua hari trading. Di situlah ia baru sadar andai ia masih perlu tidak sedikit belajar untuk memahami bagaimana pasar berkerja dan tidak begitu saja percaya dengan opini expert.

2. Trading Tanpa Fokus

Dosa trading yang satu ini terjadi pada LI (bukan nama sebenarnya). Ia tadinya berencana scalping XAU/USD setelah menyaksikan peluang trading yang mendukung. Namun sebab tidak fokus, ia justeru open posisi GBP/USD. Ia baru memahami kesalahan tersebut setelah posisi berjalan sekitar 10 menit. Pada ketika itu, kerugian yang terkumpul telah membakar 10% modalnya. Masih tak percaya dengan kelalaiannya, LI yang panik lantas mencoba buka posisi lagi dan bercita-cita jika transaksi ini dapat menanggulangi kesalahannya. Yang ada, ia malah memperdalam kerugian dan kehilangan 25% dari total kapitalnya

3. Trading Tanpa Stop Loss

Stop Loss yang dapat ditata manual dapat membantu kita menilai level exit cocok kehendak. Namun entah mengapa, tak seluruh trader memanfaatkan kemudahan ini. Seorang trader beralias David W ialah salah satunya. Tak lama sesudah dana di akun tradingnya tersapu
bersih dalam masa-masa semalam, ia juga akhirnya sadar mengenai makna penting Stop Loss.

4. Mengabaikan Event Berdampak Tinggi

Baik tensi geopolitik, gejolak politik, pemberitahuan bank sentral, ataupun rilis data ekonomi, event fundamental dominan  tinggi wajib diacuhkan karena dapat memicu pergerakan harga dalam skala masif. Jika kita tidak menyadari peristiwa-peristiwa tersebut, maka transaksi kita berpotensi menderita kerugian besar. Itulah yang terjadi pada JJ, seorang trader yang baru saja mengawali karirnya di pasar forex. Tak sadar andai ada breaking news yang memprovokasi pergerakan harga, ia buka posisi sell EUR/USD di sesi New York. Dengan yakinnya ia menebak bahwa harga bakal turun sesudah menyentuh resistance. Padahal faktanya, harga sempat naik turun tak terkendali di lokasi resistance, lantas melesat naik dari kisaran tersebut. Yang lebih memprihatinkan, ia tak segera Cut Loss walau tahu posisinya sedang rugi, sebab masih yakin andai harga tak lama lagi akun turun. Padahal, loss-nya sudah menjangkau $120.

5. Tak Bisa Mandiri

Layaknya kegiatan atau destinasi lain dalam hidup, trading bukanlah urusan yang dapat dilakukan seluruh orang dengan teknik serupa. Mayoritas trader profesional yang telah malang melintang di dunia trading tidak jarang kali menekankan pentingnya mengejar gaya trading sendiri. Sebabnya, satu gaya trading tak selalu sesuai untuk seluruh trader. Sayang, YPC (nama samaran) sempat terjebak dosa trading ini. Alih-alih merangkai strateginya sendiri, ia malah menyalin punya temannya. Menjiplak atau mengekor strategi trader sukses barangkali efektif sekitar periode masa-masa tertentu, namun tak dapat terus-menerus dijadikan sebagai acuan ideal, khususnya bila si trader tak benar-benar memahami dasar pemahaman di balik strategi tersebut.

"Saya mengupayakan strategi yang direkomendasikan rekan saya. Setelah selama seminggu, saya memperbesar ukuran transaksi, dan melulu dalam masa-masa 3 hari, seluruh transaksi tersebut merugi dan strateginya tidak bekerja," kenang YPC. Dari penuturan YPC, jelas bahwa ia tak melulu sekedar mencatat strategi tanpa paham betul bagaimana idenya, tapi pun asal memperbesar ukuran trading melulu karena ia merasa berada di atas angin.

Tradinglah Dengan Passion Maka Trading Anda akan lebih Menyenangkan

Eh, sebelumnya saya tekankan, bahwa yang saya maksud di sini ialah passion, bukan emotion loh... Passion tidaklah sama dengan emotion, lagipula bila dikaitkan dengan trading. Trading dengan passion paling saya anjurkan, sementara trading dengan emotion ialah 2 urusan yang mesti diceraikan jauh-jauh. Mungkin saya perlu menciptakan padanan kata dari passion agar tidak terjadi salah paham yah? Ok deh... saya padankan saja bahwa apa yang saya maksud dengan "trading dengan passion" yang saya anjurkan di sini ialah "trading dengan hati".

Ok, kini saya ingin kisah dikit nih! Saya masih inget, saat mula belajar trading, sejumlah temen nanya, "Ngapain sih belajar jadi trader, apa gak hanya buang-buang masa-masa tuh?" Atau kalo gak ya pertanyaan klasik berikutnya, "Emang dapet berapa sih dari trading, kok sampe rela begadangan gitu?" Terus terang, jawaban yang sangat sering saya berikan guna pertanyaan model gitu sih ya nyengir saja. Hehehe! Yah, harap maklum, teman-teman saya jelas gak dapat ngerti gimana asyiknya trading, lah mereka belum pernah nyoba trade sih! Trading untuk saya lebih sebagai kegemaran sih. Uang mungkin melulu "efek samping". Justru yang sulit tergantikan menurut keterangan dari saya ya, keenakan dan kepuasannya itu, yang gak dapat didapet dari kerjaan saya sehari-hari. Itulah kenapa, kalo terdapat orang yang nanya berapa saya "dapet" dari trading, bikin saya pertanyaan tersebut gak relevan. It's not about money, it's about passion! Nah, bicara mengenai passion, kalo boleh saya mengutip pengakuan dari seorang konsultan karir. Katanya, "passion" ialah segala urusan yang anda sukai sedemikian rupa sehingga anda tidak mungkin terpikir guna tidak mengerjakannya. Passion will lead you to succes. And what is succes? Not about becoming the best, it is about becoming your self-best! Passion setiap orang tidak sama. Ada yang passionnya di musik, terdapat yang di olah raga, atau bahkan terdapat yang passionnya lebih abstrak, semacam "membimbing orang lain".


Wow! Di bidang apapun passion anda, apabila kamu bekerja cocok dengan passion, maka segala sesuatunya bakal terasa lebih menyenangkan, sebab "pengorbanan"pun bakal terasa sebagai "kenikmatan". Nah, masalahnya, tidak sedikit orang yang ternyata tidak tahu apa passionnya. Passion tersebut tidak sekedar kegemaran atau kesenangan. Memang serupa meskipun tidak sama. Untuk mengejar passion kita, usahakanlah merenung sesaat, "Apakah yang menciptakan kita merasa fullfilled dan happy?" Ok, intinya saya pengen mengajak kamu untuk coba mencari passion anda. Siapa tau nih, terdapat yang mengejar bahwa passionnya terdapat di pekerjaan trading. Cocok kan? Hehehe... Soalnya bila saya rasakan, di trading ini tidak sedikit banget hal-hal yang bisa bersangkutan dengan passion. Mau contoh? Ok, coba anda lihat yah... Untuk beberapa orang barangkali ngeliat barisan angka pun sudah menarik. Eh, tidak boleh salah, saya pernah kenal dengan orang yang ngaku dapat jatuh cinta pada bilangan atau barisan angka loh... Hehehe! Atau, barangkali ada yang merasakan adrenaline rush ketika open position dan meneliti gerakan chart. It’s ok! Di unsur manapun dari pekerjaan trading ini yang cocok dengan passion, maka jadilah! Maksudnya? Ya...itu, jadilah trading sebagai pekerjaan yang menyenangkan. Hehehe... "Pengorbanan" semacam melek semaleman, berjam-jam melototin chart atau bahkan ketika loss-pun menjadi "menyenangkan". Nah, bila pekerjaan telah terasa menyenangkan, maka ulasan soal stress bukan lagi relevan. Artinya? anda akan jauh dari stress, meskipun load kerja tinggi. Hebat kan?

Nah, sekarang... Coba deh, barangkali kamu menemukan passion di trading. Kalau memang iya, saya sampaikan "Selamat!" kita (kemungkinan besar) bakal menjadi successful trader. Yah... Setidaknya kamu sudah bekerja cocok dengan passion, sehingga kamu (mestinya) jauh dari stress. Itu satu urusan yang patut disyukuri loh... Bukankah bebas stress ialah hal yang "mahal" di jaman yang (katanya sih) serba buat stress ini? Hehehe...

Cara Mengelola Resiko Trading Yang Baik Dan Aman

Semua pekerjaan yang saya dan anda lakukan pasti mempunyai resiko , baik besar maupun kecil tentu akan terdapat resikonya. Dalam pekerja...