Memang susah untuk dipercaya, mereka merasakan kerugian bukan sebab tidak mengerti teknik trading yang benar, atau tidak paham analisa teknikal dan fundamental. Mereka sudah trading pada account demo dalam masa-masa yang lumayan lama. Money management dan rencana trading pun telah mereka terapkan, namun masih pun belum dapat menghasilkan profit dengan konsisten. Dari survey yang pernah dilakukan, mereka menciptakan kesalahan-kesalahan kecil namun sering. Seperti seorang pilot yang menerbangkan pesawat, katakan dari New York mengarah ke ke Los Angeles. Jika dalam perjalanan ia melakukan kekeliruan kecil dalam navigasi arah, hanya sejumlah derajat saja melenceng, maka pesawat itu akan selesai dan tiba di kota San Diego. Meskipun San Diego paling dekat dengan Los Angeles, tetapi kekeliruan tersebut jelas tidak cocok dengan misinya semula. Kesalahan yang berdampak fatal laksana ini sangat gampang diatasi, lumayan dengan memperbaiki arah navigasi cocok dengan tujuan. Tetapi pilot terbius dan memahami kesalahannya. Demikian pun dalam trading forex, kesalahan-kesalahan kecil bisa berdampak fatal dan mengakibatkan Anda kehilangan keyakinan diri. Anda dapat mencapai tujuan andai sadar dan tahu sejumlah kesalahan kecil yang sudah Anda lakukan, dan lantas memperbaikinya. Pada lazimnya ada 17 kekeliruan yang harus kita perhatikan:
1. Tidak benar-benar tahu kenapa harga bergerak laksana itu.
Ini ialah kesalahan yang umum. Banyak trader yang tahu tidak sedikit mengenai forex tetapi sebetulnya tidak memahami apa yang mengakibatkan pergerakan harga. Dalam urusan ini usahakan kita mempelajari mengenai permintaan dan penawaran di pasar forex, bagaimana pending order memenuhi market order, bagaimana bank-bank dan broker-broker besar mengerjakan transaksi menurut volume perdagangan, dan sebagainya. Pengetahuan yang fundamental dan menyeluruh tentang mekanisme perniagaan forex bakal sangat menolong dalam mengetahui pergerakan harga pasar.
2. Hanya trading pada satu time frame.
Banyak sekali trader yang merealisasikan ‘strategi hourly’ atau konsentrasi pada time frame 1 jam saja. Itulah sebabnya pada platform populer Metatrader tidak jarang kali tampil time frame 1 jam (H1) dalam suasana default-nya. Dengan hanya konsentrasi pada satu time frame trading jangka pendek seperti tersebut Anda tidak bakal tahu arah pergerakan harga pasar secara keseluruhan. Sebaiknya kita lihat pun pada time frame yang lebih tinggi (4 jam atau sehari atau seminggu) untuk memahami arah trend pergerakan jangka panjang, sedangkan untuk entry point, stop loss dan target profit dapat Anda tentukan pada time frame kesayangan Anda. Dengan menganalisa harga pada sejumlah time frame (multiple time frame) kita akan dapat terhindar dari kekeliruan antisipasi yang sebetulnya tidak butuh terjadi.
3. kita tidak peduli pada rinci strategi, angka asa profit dan rata-rata trade per bulan.
Ketahuilah dengan detail seluruh hal dalam trading Anda. Mengerti dengan rinci strategi yang Anda pakai akan mempermudah dalam penataan terhadap situasi pasar yang sedang terjadi. Kadang trader memakai strategi trend following saat pasar sedang ranging, atau kebalikannya sehingga hasilnya tidak cocok dengan yang diharapkan. Selain tersebut Anda pun mesti tahu angka asa profit atau expectancy dari masing-masing strategi yang kita gunakan. Untuk memahami angka asa profit, Anda harus tahu persentasi profit dari borongan trading atau winning trades (W%) dan persentasi loss dari borongan trading atau losing trades (L%). Sedang profit rata-rata dalam suatu winning trade ialah AvW (dalam satuan nilai uang) dan loss rata-rata ialah AvL (dalam satuan nilai uang). Angka asa profit = (W% x Av W) - (L% x Av L) (dalam satuan nilai uang). Untuk memahami parameter-paramer itu Anda harus mengupayakan strategi trading selama sejumlah waktu atau mengerjakan back-test (biasanya sejumlah bulan). Oleh sebab tersebut Anda mesti pun tahu jumlah rata-rata trade yang Anda kerjakan dalam sebulan.
4. Anda tidak jarang kali mencoba-coba strategi trading yang baru Mungkin ini kekeliruan yang tidak jarang dijumpai pada trader retail. Berganti dari satu strategi ke strategi lain ialah sama seperti mengupayakan sebuah topi baru untuk membetulkan permainan golf. Dengan kata beda kerugian yang tidak jarang Anda alami barangkali bukan sebab strateginya yang salah. Ketika kita memilih sebuah strategi tentunya telah Anda uji terlebih dahulu validitasnya. Anda melulu tidak konsisten merealisasikan strategi tersebut.
5. Memindahkan level stop loss ke titik breakeven saat Anda telah mendapat profit untuk menghindari kerugian Kesalahan kecil ini dapat membedakan besarnya profit yang didapatkan trader. Tindakan itu tidak melulu memotivasi rasa fobia rugi tetapi pun membatasi peluang Anda guna meraup profit lebih banyak. Katakan pasar memang sedang bergerak trending dan Anda sudah meraup profit sejumlah pip. kita pindahkan level stop loss ke breakeven point. Pergerakan harga merasakan koreksi dan menyentuh level stop loss Anda, dan breakeven. kita memang tidak merasakan kerugian, tetapi pun tidak mendapat apa-apa. Akan lebih baik andai Anda memblokir posisi yang sudah meraup progit sejumlah pip, tetapi teknik ini pun salah, dan tidak direkomendasikan. Lihat kekeliruan pada point berikutnya.
6. kita punya strategi guna entry namun tidak terdapat strategi exit Banyak trader yang menciptakan strategi entry dengan paling hati-hati dengan sekian banyak aturan yang melibatkan analisa teknikal dan fundamental. Jam berapa harus entry, menghindari berita rilis data mendasar dan beda sebagainya, tetapi mereka melalaikan strategi exit, atau bahkan tidak ada cerminan sama sekali. Kesalahan ini menciptakan profit yang didapatkan terbatas (ketika profit), atau merasakan kerugian yang lebih banyak dari yang seharusnya saat loss. Cara yang simpel untuk menilai exit ialah dengan menyimak level-level support dan resistance sebagai batasan pergerakan harga. Level exit dapat sekitar level support atau resistance yang terdekat tergantung dari situasi pasar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar