mengapa banyak sekali trader begitu susah menghasilkan profit dengan konsisten diungkapkan oleh hedge fund manager terkemuka Amerika Serikat Ray Dalio, pendiri dan empunya perusahaan hedge fund terbesar dunia Bridgewater Associates, laksana dalam kitab Hedge Fund Market Wizards: “Dalam trading, Anda mesti agresif dan defensif pada ketika yang bersamaan. Jika kita tidak agresif maka akan susah menghasilkan profit, tetapi andai tidak defensif Anda bakal sulit menjaga profit yang sudah Anda peroleh sebelumnya”. Masalah yang tidak jarang dihadapi banyak sekali trader ialah keseimbangan guna bisa beraksi cukup agresif supaya bisa menemukan profit sedangkan menjadi lumayan defensif untuk menjaga profit yang telah diperoleh sebelumnya. Berikut ini sejumlah tip guna menyimbangkan perbuatan agresif dan defensif saat trading, supaya dalam jangka panjang dapat menghasilkan profit yang konsisten:
Menjadi Trader Agresif, Tetapi Tidak Terlalu Agresif
Sebagai seorang trader, kita tentu tidak jarang tergoda untuk mengerjakan trade sebanyak-banyaknya dan kadang dengan resiko yang lebih banyak dari yang sudah direncanakan demi untuk mendapat profit yang lebih. Hal tersebut sangat wajar menilik misi alami seorang trader sebenarnya hendak mengeruk profit sebesar barangkali dalam masa-masa yang paling singkat. Pikiran yang tidak jarang ada pada trader ialah ‘kalau pasar sedang bagus mengapa tidak? Besok belum pasti akan trending lagi laksana ini..’ Memang tidak gampang menghilangkan perilaku tersebut, bahkan trader yang telah kawakan sering kali terjebak oleh pikiran hendak kaya dengan cepat. Dengan demikian sebetulnya sangatlah mudah untuk kebanyakan trader guna menjadi terlampau agresif. Namun dalam kenyataannya terlampau agresif akan mengakibatkan over trading yang cepat atau lambat bakal menggerogoti profit yang telah didapatkan sebelumnya, yang andai tidak cepat dihentikan pada kesudahannya akan mengakibatkan margin call. Berikut ini cara supaya trader tetap agresif namun tidak terlampau agresif:
1. Memutuskan guna disiplin dengan masuk pasar melulu menurut sinyal trading yang didapatkan oleh sistem trading yang sudah ditentukan. Sistem trading mencakup metode trading, strategi dan money management, jadi seharusnya kita tahu apa sebetulnya yang kita cari dari pergerakan harga pasar. Buatlah kesepakatan dalam rencana trading bahwa Anda melulu akan masuk pasar andai keadaan pasar telah cocok dengan strategi Anda.
2. Tidak ragu-ragu atau terlampau percaya diri saat Anda telah menyaksikan adanya sinyal guna entry. Ragu-ragu akan mengakibatkan Anda tidak cukup agresif dengan bisa jadi melewatkan kesempatan untuk mendapat profit, tetapi terlampau percaya diri akan mengakibatkan Anda entry dengan melalaikan sinyal, atau yang pun sering terjadi ialah dengan memperbesar ukuran lot sebab yakin bahwa strategi yang Anda pakai pasti benar. Perilaku terlampau percaya diri ini sering dirasakan oleh trader yang pernah menemukan profit secara beruntun.
Menjadi Trader Defensif, Tetapi Tidak Terlalu Defensif
Secara emosional, trader lebih gampang untuk menjadi agresif daripada defensif. Dalam benak mereka trading ialah cara guna mendapatkan duit dengan masuk pasar, jadi apa gunanya trading kalau melulu mengamati pergerakan harga tanpa sering-sering masuk pasar? Tetapi empiris menunjukkan saat mereka merasakan kerugian yang diluar ekspektasinya mereka akan ingin terlalu defensif. Terlalu defensif bukan berarti tidak cukup agresif atau ragu-ragu, tetapi sengaja tidak inginkan masuk pasar walaupun terdapat sinyal sebab takut rugi. Secara emosional, perilaku terlampau defensif diakibatkan rasa fobia yang berkepanjangan dimana trader menjadi paling jarang masuk pasar sebab dihantui oleh fobia menderita kerugian lagi, walau niatnya masih hendak trading. Kasus semacam ini tidak sedikit dijumpai pada trader yang akun-nya istirahat (sleeping account). Pada dasarnya, "defensif" berarti secara emosional tidak gampang tergoda oleh pergerakan harga yang mengakibatkan trader masuk pasar diluar sinyal yang sudah disepakati, sedangkan "terlalu defensif" mengacu pada fobia rugi yang berlebihan sampai-sampai akan menggerogoti profit yang telah didapatkan sebelumnya. Biasanya perilaku terlampau defensif dirasakan oleh trader yang pernah menderita kerugian beruntun. Bagi menyiasati urusan ini, disarankan untuk unik (withdraw) deviden yang sudah Anda peroleh secara rutin sampai-sampai secara psikologis Anda bakal percaya bahwa trading memang dapat menghasilkan. Dengan menyelamatkan sebagian atau semua profit yang sudah Anda dapatkan diinginkan Anda tidak akan fobia lagi guna masuk pasar. Kelak Anda dapat mulai meningkatkan dana atau menambah ukuran lot trading saat Anda telah tidak terlampau agresif atau tidak terlampau defensif.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Cara Mengelola Resiko Trading Yang Baik Dan Aman
Semua pekerjaan yang saya dan anda lakukan pasti mempunyai resiko , baik besar maupun kecil tentu akan terdapat resikonya. Dalam pekerja...
-
mengapa banyak sekali trader begitu susah menghasilkan profit dengan konsisten diungkapkan oleh hedge fund manager terkemuka Amerika Serikat...
-
Semua pekerjaan yang saya dan anda lakukan pasti mempunyai resiko , baik besar maupun kecil tentu akan terdapat resikonya. Dalam pekerja...
-
Trading loss terus acapkali bukan sebab pasar yang mau mengambil keuntungan dari Kamu. Percayalah, bagaikan trader ritel, Kamu tidak sepenti...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar