Selasa, 18 Februari 2020

Cara Memilih Broker Forex Sesuai Dengan Biaya Trading

Pasar forex menjanjikan tidak sedikit keuntungan. Broker-broker saling berlomba menawarkan fitur guna memikat perhatian trader. Broker mana yang sangat memberikan situasi trading menarik, pastinya yang sangat difavoritkan oleh trader. Ada broker yang menawarkan low spread, bahkan tidak tidak banyak pula yang mengklaim no commission. Untuk trader pemula, penawaran-penawaran tersebut terdengar menarik. Trader mana sih yang tidak suka ketika trading tanpa dipungut ongkos tambahan apapun? Padahal kalau diacuhkan secara detail, tidak barangkali para broker tersebut tidak unik keuntungan sepeser pun. Broker sama seperti saudagar di pasar tradisional. Tidak mungkin andai pedagang tersebut memberikan penawaran secara gratis kepada pembeli. Di balik sekian banyak  penawaran yang unik seperti diskon, tentunya ada celah untuk pedagang guna mendapatkan deviden dari pembeli. Hal tersebut sama laksana yang dilaksanakan oleh broker terhadap trader. Meski sudah menyerahkan fitur no commission, swap free, dan masih tidak sedikit lagi, broker-broker tersebut pasti telah memiliki teknik sendiri untuk unik minat trader tanpa mengorbankan profit. Tentunya, deviden ini sangat diperlukan untuk menjalankan perusahaan mereka.

Karena itu, usahakan trader tidak boleh terlalu menjadi budak cinta atau "bucin" ketika memilih broker. Maksudnya, trader mudah terbuai dengan penawaran-penawaran semua broker tanpa memahami untung-ruginya untuk trading. Bagi menghindari kerugian, trader perlu memahami secara rinci bagaimana teknik memilih broker dari penawaran biaya. Biaya-biaya apa saja yang butuh dihindari oleh trader dalam penawaran fitur broker. Trader mesti seksama memilih fitur yang cocok dengan keperluan trading masing-masing. Perlu dikenang bahwa bebas ongkos 0% tersebut belum tentu menyerahkan profit maksimal. Sejatinya, profit trading itu didapatkan dari kombinasi tidak sedikit faktor. Tidak melulu menurut penawaran broker, tapi pun strategi trading yang mumpuni, manajemen risiko yang bagus, indikator trading yang tepat, dan lain-lain. Berikut bakal dibahas ongkos apa saja yang ditawarkan oleh broker, sekaligus bagaimana trader bisa menghindari maupun menyesuaikan ongkos itu cocok dengan keperluan trading.

Jenis Biaya Broker

Ada tiga format biaya yang sering dipakai oleh broker dalam pasar forex. Beberapa broker menawarkan spread tetap. Broker lainnya memberikan format spread mengambang. Ada lagi yang membebankan komisi berupa persentase atau nominal duit per volume trading. Jadi, opsi mana yang terbaik untuk trader? Spread ialah selisih antara harga penawaran (bid) dan harga permintaan (ask). Harga penawaran ialah harga yang trader terima untuk memasarkan mata uang, sementara harga permintaan ialah harga yang mesti trader bayar untuk melakukan pembelian mata uang. Spread ini dipakai oleh broker guna meraup penghasilan. Nilai spread bisa trader lihat ketika memilih pasangan mata dana yang akan dipakai untuk trading. Misalnya, pada pair EUR/USD laksana yang diperlihatkan pada gambar di bawah ini, terdapat nilai bid/ask, 1.11760/1.11768. Maka, nilai spreadnya ialah 0.8 poin, hitungan dari selisih 1.11768 dan 1.11760.

Sekilas, tampaknya spread tetap barangkali menjadi opsi tepat. Dengan spread tetap, trader tahu betul seberapa tidak sedikit biaya yang dibebankan semenjak awal. Trader tidak perlu cemas perubahan biaya dampak pergerakan harga di pasar. Apabila broker pada misal di atas memakai spread tetap, maka nilai spread tersebut akan tetap 0.8 poin, terlepas dari volatilitas pasar. Sedangkan pada broker yang menawarkan spread mengambang, trader dapat menginginkan spread lebih kecil. Misalnya selama 0.1 pip. Namun, nilai itu dapat berubah-ubah dan naik secara tek terduga, misalnya sampai 10 pips. Hal tersebut tergantung pada pasangan mata yang dipilih dan tingkat volatilitas pasar. Penawaran spread mengambang dapat menguntungkan sekaligus merugikan trader. Jika pasar berubah-ubah, trader dapat membayar ongkos lebih tinggi dari yang diduga sebelumnya.

Jadi, Pilih Broker Yang Mana?


Itu menjadi pertanyaan yang sulit dibalas trader, bahkan oleh trader profesional sekalipun. Semua broker tidak barangkali dapat menyerahkan pelayanan yang sama. Beda broker, pastinya lain pelayanan. Ada keunggulan dan kelemahan masing-masing yang dipunyai oleh masing-masing broker. Meski dalam pasangan mata duit sama, harga yang ditawarkan oleh broker A, belum pasti sama ketika trading di broker B. Hal itu dikarenakan oleh perbedaan penyedia likuiditas yang mereka gunakan. Mengapa? Karena pasar forex ialah pasar over-the-counter dimana bank-bank dan broker besar menjadi penyedia likuiditas, sedangkan broker ritel menjadi agregator harga yang menawarkan layanan trading secara luas pada klien. Dengan demikian, semakin baik relasi suatu broker dengan penyedia likuiditas, dan semakin luas jangkauannya, maka semakin efektif pula ongkos trading yang dapat ditawarkan. Broker yang mempunyai relasi powerful dengan sejumlah penyedia likuiditas, sebut saja 12 bank besar, maka broker itu dapat memberikan penawaran harga yang lebih kompetitif untuk kliennya. Bahkan sesudah melebarkan spread guna meraih laba lebih besar, broker laksana ini masih dapat menyerahkan spread yang lebih kompetitif bila dikomparasikan dengan broker lainnya. Apabila trader memilih broker yang memberikan garansi likuiditas dengan spread menarik, maka inilah opsi ideal yang semestinya dicari.

Namun untuk trader yang lebih memprioritaskan ketepatan eksekusi trading, maka spread tetap bisa menjadi penyelesaian terbaik. Bagaimanapun juga, slippage ialah risiko yang tak hendak ditanggung oleh nyaris semua trader di pasar forex. Mengenai ongkos trading broker dalam format komisi, trader dapat mempertimbangkan kelayakannya dari fitur ekstra yang bakal disediakan broker tersebut. Sebagai misal nih, broker A menetapkan ongkos kepada trader sebesar USD2.5 per trading 1 lot standard. Namun, ia dapat memberikan kualitas eksekusi ECN dan platform proprietary dengan tool trading yang jauh lebih superior dari MetaTrader. Dalam urusan ini, maka komisi yang diserahkan tentu dapat dianggap sepadan. Namun, perlu dikenang lagi, seluruh penawaran-penawaran tersebut harus dicocokkan dengan keperluan trader masing-masing. Jika Anda tergolong trader non-scalping yang tidak mengkhususkan kecepatan eksekusi ataupun perlengkapan canggih, maka bikin apa menunaikan komisi ekstra?

Cara Memilih Broker Perlu Disesuaikan Dengan Kebutuhan Trading

Dari keterangan di atas, dapat diputuskan bahwa ongkos trading murah dapat didapatkan dari broker dengan penyedia likuiditas yang menjanjikan. Biasanya, broker-broker laksana ini menawarkan spread mengambang. Namun, semua tersebut tetap pulang pada keperluan masing-masing trader. Jika yang sangat diutamakan ialah kestabilan spread, maka spread tetap dapat lebih diprioritaskan ketimbang jenis spread mengambang. Di samping itu, bilamana trader memerlukan kemudahan tambahan yang disediakan oleh broker penyedia komisi trading, maka urusan ini dapat menjadi ongkos trading yang butuh dipertimbangkan sebagai fee tambahan. Intinya, pastikan supaya kelebihan dan kekurangan ongkos trading broker tidak menciptakan trader terperosok dalam kerugian. Apalagi, untung-ruginya trading bakal trader tanggung sendiri nantinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cara Mengelola Resiko Trading Yang Baik Dan Aman

Semua pekerjaan yang saya dan anda lakukan pasti mempunyai resiko , baik besar maupun kecil tentu akan terdapat resikonya. Dalam pekerja...