Rabu, 19 Februari 2020

inilah indikator Indikator Fundamental Yang dapat Menggerakkan Pasar forex


Setiap minggu terdapat puluhan data indikator ekonomi dan indeks survey yang diluncurkan di sekian banyak  situs. Banyak diantara data yang diluncurkan itu tidak memprovokasi pergerakan harga di pasar forex, atau paling kecil pengaruhnya. Sebagai trader, pasti kita ingin konsentrasi pada indikator mendasar yang dominan  signifikan pada pergerakan harga pasar untuk antisipasi dalam membuka posisi, atau mungkin mengelak dari pasar untuk menangkal terkena loncatan harga (slippage). Indikator mendasar yang dapat menggerakkan pasar forex umumnya ialah yang bersangkutan dengan data tenaga kerja, inflasi, kegiatan konsumen dan kegiatan investor. Seringkali suatu indikator dapat memprediksi atau memberi konfirmasi pada indikator yang lain, contohnya Gross Domestic Product (GDP) dan inflasi. Pasar bakal bereaksi andai rilis data bertolak belakang dengan prediksi atau konsensus analis. Berikut sejumlah indikator mendasar penting tersebut:

Data Tenaga Kerja: Non Farm Payrolls dan Unemployment Rate

Banyak ekonom berasumsi bahwa ketersediaan lapangan kegiatan dan jumlah tenaga kerja ialah indikator utama untuk memahami sehat atau sakitnya perekonomian sebuah negara. Di Amerika Serikat, Biro Statistik Tenaga Kerja (US Bureau of Labor and Statistics) masing-masing bulan merilis data mengenai tenaga kerja yang mencakup Non Farm Payrolls (NFP) dan Unemployment Rate (tingkat pengangguran). NFP mengukur evolusi jumlah tenaga kerja pada periode bulan sebelumnya diluar industri pertanian. Data yang diluncurkan tiap hari Jum’at minggu kesatu ini tergolong indikator yang mempunyai sifat leading untuk indikator consumer spending (pengeluaran konsumen), consumer confidence (kepercayaan konsumen) dan consumer sentiment, yang menggambarkan kesehatan ekonomi secara keseluruhan. Karena hal konsumen menilai nyaris 70% dari kegiatan perekonomian AS, rilis data dari Biro statistik tenaga kerja AS ini selalu dirindukan oleh pelaku pasar dan analis. Dampak pada pergerakan pasar juga besar, baik pasar saham atau forex. Bertambah atau berkurangnya lapangan kegiatan dan jumlah tenaga kerja akan dominan langsung pada suasana perekonomian. Misalnya, berkurangnya jumlah tenaga kerja dapat diartikan kian susutnya penghasilan sektor bisnis dan industri. Jika tidak sedikit orang yang kehilangan pekerjaan, mereka tidak dapat membeli barang atau produk yang didapatkan oleh sektor industri sampai mengurangi penghasilan sektor ini. Karena Amerika Serikat ialah negara yang terbesar perekonomiannya dan paling dominan di dunia, maka rilis data NFP AS jauh lebih dominan  pada pasar dikomparasikan rilis NFP Perancis misalnya. Data Unemployment Rate (tingkat pengangguran) di AS diluncurkan oleh Biro Statistik Tenaga kerja bersamaan dengan NFP. Data ini mengukur jumlah tenaga kerja yang menganggur (tidak bekerja) dan sedang aktif menggali pekerjaan pada periode bulan sebelumnya. Walaupun Unemployment Rate ialah indikator yang mempunyai sifat lagging, namun jumlah tenaga kerja yang menganggur akan memprovokasi tingkat pengeluaran konsumen dan dominan  pada penghasilan sektor bisnis dan industri juga.

Data Mengenai Inflasi: CPI, PPI dan Tingkat Suku Bunga

Diantara rilis data Consumer Price Index (CPI), Producer Price Index (PPI) dan tingkat suku bunga, indikator mendasar yang paling dominan  pada pasar ialah suku bunga. Tingkat suku bunga adalahoutput dari dua indikator mendasar sebelumnya yang mengukur laju inflasi. Bank sentral menilai tingkat suku bunga menurut indikator indeks harga konsumen (CPI) dan produsen (PPI). Kebijakan moneter bank sentral ini seringkali diumumkan tiap bulan, dan bakal sangat dominan  langsung pada pergerakan pasar forex andai tingkat suku bunga yang diluncurkan bertolak belakang dengan yang diinginkan para pelaku pasar dan analis. Berbeda dengan akibat rilis data NFP AS, pemberitahuan tingkat suku bunga akan dominan  pada seluruh mata duit utama yang merasakan perubahan suku bunga (EUR, JPY, GBP, CHF, AUD, CAD dan NZD), tidak melulu US dollar. Bahkan kadang pergerakan harga pasar dampak tingkat suku bunga ini dapat melebihi dampak dampak rilis data NFP AS, laksana yang pernah terjadi pada GBP sejumlah tahun lalu.

Data Consumer Price Index (CPI) yang dominan  pada pasar ialah Core CPI atau CPI inti, yakni indeks harga konsumen diluar sektor makanan dan energi. Bank sentral dan trader seringkali mengacu pada CPI inti guna mengantisipasi evolusi tingkat suku bunga. Perubahan CPI yang lumayan signifikan menggambarkan laju inflasi yang tinggi sampai bisa dominan pada reaksi bank sentral dalam menilai tingkat suku bunga. Producer Price Index (PPI) ialah indikator leading guna tingkat inflasi. Jika produser mendongkrak harga produk dan jasa, maka akan dominan langsung pada tingkat pengeluaran konsumen dan tingkat eskalasi harga barang secara keseluruhan. Jika data PPI diluncurkan sebelum CPI, seringkali akan dominan langsung pada CPI yang pada akhirnya dapat mempengaruhi bank sentral dalam menilai suku bunga. Di samping CPI dan PPI, semua pelaku pasar seringkali juga mengamati harga komoditi yang bisa dominan  pada eskalasi harga barang dan jasa, seperti contohnya harga minyak mentah dunia. Beberapa tahun terakhir, volatilitas harga minyak dunia paling mempengaruhi kegiatan perekonomian di sekian banyak  negara industri maju. Kenaikan harga minyak akan dominan  langsung pada ongkos produksi yang tentunya berdampak pada eskalasi harga produk yang didapatkan dan jasa transportasi. Hal ini akan dominan  pada eskalasi tingkat laju inflasi.

Indikator Fundamental Mengenai Aktivitas Konsumen

Perubahan tingkat kegiatan konsumen akan dominan  langsung pada deviden produsen dan pun tingkat harga barang. Ada sejumlah cara guna mengukur tingkat kegiatan konsumen, di antara yang sangat populer ialah dengan mengukur tingkat keyakinan konsumen (Consumer Confidence). Di Amerika Serikat tingkat keyakinan konsumen dilaksanakan melalui survey oleh Conference Board (sebuah lembaga non-profit) terhadap 5000 lokasi tinggal tangga mengenai situasi perekonomian dan bisnis ketika ini. Consumer Confidence pun adalahindikator leading guna tingkat pengeluaran konsumen yang mencerminkan kegiatan perekonomian secara keseluruhan. Tingkat keyakinan konsumen juga dapat dilihat dari indikator retail sales yang mengukur hasil penjualan produk retail pada sebuah periode tertentu, namun Consumer Confidence lebih mempunyai sifat jangka panjang. Di samping retail sales, data-data tentang situasi pasar kompleks juga dapat digunakan sebagai indikator tingkat keyakinan konsumen. Indikator Fundamental Mengenai Aktivitas Investor Seperti halnya tingkat kegiatan konsumen, tingkat kegiatan investor pun akan dominan  langsung pada kegiatan perekonomian secara keseluruhan, dan dapat diukur dengan tingkat keyakinan investor atau sentimen bisnis. Sentimen bisnis yang tinggi mencerminkan tingkat keyakinan investor guna menggerakkan roda perekonomian, membuat lapangan kerja dan berujung pada bertambahnya pertumbuhan ekonomi. Beberapa lembaga survey dan bank sentral mengerjakan survey pada sebanyak investor dan pelaku manufaktur tentang prospek perekonomian, yang diluncurkan dalam suatu angka indeks kepercayaan. Beberapa indikator tingkat keyakinan investor yang diluncurkan masing-masing bulan oleh lembaga survey dan bank sentral yang memprovokasi pasar antara lain: Philly Fed Manufacturing Index atau Philadelphia Fed Business Outlook Survey (Amerika Serikat) ISM Manufacturing PMI (Amerika Serikat), dan Manufacturing PMI dari Markit (Inggris) ZEW (Zentrum fur Europaische Wirtschaftsforschung) Economic Sentiment (Jerman) Ifo (Information and Forschung) Business Climate (Jerman)Sentix Investor Confidence (Uni Eropa) SVME (Schweizerischer Verband fur Materialwirtschaft und Einkauf) PMI (Swiss) NAB (National Australia Bank) Business Confidence (Australia) Tankan Manufacturing Index (Jepang), diluncurkan masing-masing kwartal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cara Mengelola Resiko Trading Yang Baik Dan Aman

Semua pekerjaan yang saya dan anda lakukan pasti mempunyai resiko , baik besar maupun kecil tentu akan terdapat resikonya. Dalam pekerja...