Kamis, 20 Februari 2020

Cara Menentukan Risk Ratio Yang Ideal Dalam Trading Forex




Rasio risk reward ialah rasio yang dipakai oleh tidak sedikit investor/trader untuk mencocokkan imbal hasil yang diinginkan dari suatu investasi dengan jumlah risiko yang dipungut untuk menemukan imbal hasil tadi. Rasio ini dianggarkan secara matematis dengan membagi besar potensi kerugian trader andai harga bergerak ke arah yang tak tersangka sebelumnya (dengan kata lain: risiko) dengan besar potensi profit yang diinginkan akan diterima trader saat posisi diblokir (dengan kata lain: reward) (menurut keterangan dari investopedia).

Jadi, ayo saya sampaikan lebih lanjut mengenai rasio risk reward. Katakanlah Anda hendak trading pada pair EURUSD. Anda memakai 0.1 lot dengan stop loss 30 pips dan target profit 60 pip. Rasio risiko kita (dari stop loss) dan reward (dari target profit) ialah 1:2 (30:60), dimana kita bertrading dengan jumlah dua kali lipat risiko Anda. Rasio risk reward bakal berbeda-beda untuk setiap trader. Berdasarkan strategi-strategi tradingnya dan kondisi pasar, rasio risk reward masing-masing trading juga tak tidak jarang kali sama. Sebagai trader forex sendiri, saya masih berusaha untuk mengekor rasio risk reward yang bagus. Saya seringkali vertrading dengan rasio risk reward 1:1 yang adalahrasio risk reward standar dalam trading. Tetapi menurut keterangan dari saya, rasio risk reward 1:1 tidak begitu bagus bila Anda tidak mempunyai strategi trading yang tidak benar-benar bagus. Mengapa? ayo saya beri sejumlah contoh:


Contoh 1 kita mempunyai strategi trading yang mempunyai bisa jadi menang (winning rate) 60%. Lalu Anda memakai rasio risk reward 1:1 dalam masing-masing trading yang kita lakukan. Misalkan dalam sebulan Anda menciptakan 20 trading dengan 20 pips stop loss dan target profit. Berapa pips yang bakal Anda dapatkan di akhir bulan? Kemungkinan menang 60% dari 20 kali trading = 12 trading berhasil (8 trading loss) (12 trading berhasil x 20 pips ) - (8 trading loss x 20 pips) = 240 pips - 160 pips = 80 pips Jadi, pada akhir bulan Anda bakal mendapatkan profit 80 pips. Tetapi tersebut JIKA strategi kita memiliki bisa jadi menang 60%. Jadi, bagaimana andai kemungkinan menang tidak cukup dari 50%? Jawabannya ialah dengan menambah rasio risk reward Anda.

Contoh 2 Sebut saja Anda melulu memiliki bisa jadi menang (winning rate) 40%. Anda memakai rasio risk reward 1:3, dengan stop loss 20 pips dan target profit 60 pips. Jadi, berapa pips yang bakal Anda dapatkan di akhir bulan? Kemungkinan menang 40% dari 20 trades = 8 trading berhasil (12 trading loss) (8 trading berhasil x 60 pips) - (12 trading loss x 20 pips) = 480 pips - 240 pips = 240 pips Meskipun Anda memakai strategi dengan bisa jadi menang 40%, kita masih dapat menghasilkan uang! Dalam opini saya, ialah salah kaprah andai orang berkata tentang seberapa tinggi persentase bisa jadi menang Anda. Perhitungan diatas memperlihatkan bahwa dengan bisa jadi menang 40% pun, kita masih dapat menghasilkan uang. Jadi, ini terserah kita sekarang. Saya mesti mengakui bahwa saya tidak selalu memakai rasio risk reward yang lebih besar, dan kadang-kadang susah untuk memakai rasio risk reward 1:3 (atau yang lebih tinggi), namun saya hendak menunjukkan pada kita bahwa bisa jadi menang (winning rate) tersebut bukan segalanya. Yang akan menciptakan Anda berhasil dalam bertrading forex ialah persentase bisa jadi menang yang bagus dan suatu rasio risk reward yang bagus pula, disertai dengan money management yang tepat. Saya berharap tulisan ini dapat membantu Anda. Mari menjadi trader forex yang lebih baik!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cara Mengelola Resiko Trading Yang Baik Dan Aman

Semua pekerjaan yang saya dan anda lakukan pasti mempunyai resiko , baik besar maupun kecil tentu akan terdapat resikonya. Dalam pekerja...