Senin, 17 Februari 2020

Jangan lakukan Ini Jika Tidak Ingin Gagal Dalam Trading Forex

Yang bakal saya kupas di sini ialah kesalahan fatal berujung tindakan dosa trading. Begitu ngerinya akibat yang diakibatkan, Anda hingga tak dapat tidur nyenyak. Yang sangat buruk, dana kita ludes seketika sebab perbuatan tersebut. Lantas, apa saja sih kekeliruan trading yang mengakibatkan dosa mencekam seperti itu? Berdasarkan empiris yang dibagikan sejumlah trader, ini dia hal-hal fatal yang usahakan kita hindari supaya tidak terjebak skenario mengenaskan:

1. Terburu-buru Trading Di Akun Live

Chris (bukan nama sebenarnya) kesatu kali mendengar mengenai trading forex melewati socmed teman-temannya. Karena langsung tertarik, tanpa ba bi bu ia mengupayakan ikut-ikutan menjadi trader forex. Seperti trader baru pada umumnya, ia terdahulu melakukan tahapan yang tepat dengan membuka akun demo dulu. Dan untuk membudayakan diri dengan platform trading, ia juga mulai tidak sedikit membaca serta mengekor saran trader-trader expert. "Saya mulai mengekor rekomendasi para berpengalaman tentang pair apa yang usahakan ditradingkan dan urusan lainnya, namun saya sebetulnya belum benar-benar paham," demikian ujar Chris. Setelah sebulan trading di akun demo dan balance-nya naik terus, ia langsung menyimpulkan untuk membuka akun live. Ia percaya andai saran-saran semua expert sebelumnya dapat diandalkan guna mendapat perkembangan balance yang menggiurkan secara real. Yang tidak Chris sadari, trading di akun demo tersebut sama sekali tidak laksana di akun live. "Saya tidak mempunyai strategi yang solid, manajemen risiko, lagipula siap secara psikologis. Jadi saat akun live saya mulai terus-terusan merugi, saya tidak tahu apa yang mesti dilakukan," kenang Chris. Pada akhirnya, akun Chris langsung amblas sesudah dua hari trading. Di situlah ia baru sadar andai ia masih perlu tidak sedikit belajar untuk memahami bagaimana pasar berkerja dan tidak begitu saja percaya dengan opini expert.

2. Trading Tanpa Fokus

Dosa trading yang satu ini terjadi pada LI (bukan nama sebenarnya). Ia tadinya berencana scalping XAU/USD setelah menyaksikan peluang trading yang mendukung. Namun sebab tidak fokus, ia justeru open posisi GBP/USD. Ia baru memahami kesalahan tersebut setelah posisi berjalan sekitar 10 menit. Pada ketika itu, kerugian yang terkumpul telah membakar 10% modalnya. Masih tak percaya dengan kelalaiannya, LI yang panik lantas mencoba buka posisi lagi dan bercita-cita jika transaksi ini dapat menanggulangi kesalahannya. Yang ada, ia malah memperdalam kerugian dan kehilangan 25% dari total kapitalnya

3. Trading Tanpa Stop Loss

Stop Loss yang dapat ditata manual dapat membantu kita menilai level exit cocok kehendak. Namun entah mengapa, tak seluruh trader memanfaatkan kemudahan ini. Seorang trader beralias David W ialah salah satunya. Tak lama sesudah dana di akun tradingnya tersapu
bersih dalam masa-masa semalam, ia juga akhirnya sadar mengenai makna penting Stop Loss.

4. Mengabaikan Event Berdampak Tinggi

Baik tensi geopolitik, gejolak politik, pemberitahuan bank sentral, ataupun rilis data ekonomi, event fundamental dominan  tinggi wajib diacuhkan karena dapat memicu pergerakan harga dalam skala masif. Jika kita tidak menyadari peristiwa-peristiwa tersebut, maka transaksi kita berpotensi menderita kerugian besar. Itulah yang terjadi pada JJ, seorang trader yang baru saja mengawali karirnya di pasar forex. Tak sadar andai ada breaking news yang memprovokasi pergerakan harga, ia buka posisi sell EUR/USD di sesi New York. Dengan yakinnya ia menebak bahwa harga bakal turun sesudah menyentuh resistance. Padahal faktanya, harga sempat naik turun tak terkendali di lokasi resistance, lantas melesat naik dari kisaran tersebut. Yang lebih memprihatinkan, ia tak segera Cut Loss walau tahu posisinya sedang rugi, sebab masih yakin andai harga tak lama lagi akun turun. Padahal, loss-nya sudah menjangkau $120.

5. Tak Bisa Mandiri

Layaknya kegiatan atau destinasi lain dalam hidup, trading bukanlah urusan yang dapat dilakukan seluruh orang dengan teknik serupa. Mayoritas trader profesional yang telah malang melintang di dunia trading tidak jarang kali menekankan pentingnya mengejar gaya trading sendiri. Sebabnya, satu gaya trading tak selalu sesuai untuk seluruh trader. Sayang, YPC (nama samaran) sempat terjebak dosa trading ini. Alih-alih merangkai strateginya sendiri, ia malah menyalin punya temannya. Menjiplak atau mengekor strategi trader sukses barangkali efektif sekitar periode masa-masa tertentu, namun tak dapat terus-menerus dijadikan sebagai acuan ideal, khususnya bila si trader tak benar-benar memahami dasar pemahaman di balik strategi tersebut.

"Saya mengupayakan strategi yang direkomendasikan rekan saya. Setelah selama seminggu, saya memperbesar ukuran transaksi, dan melulu dalam masa-masa 3 hari, seluruh transaksi tersebut merugi dan strateginya tidak bekerja," kenang YPC. Dari penuturan YPC, jelas bahwa ia tak melulu sekedar mencatat strategi tanpa paham betul bagaimana idenya, tapi pun asal memperbesar ukuran trading melulu karena ia merasa berada di atas angin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cara Mengelola Resiko Trading Yang Baik Dan Aman

Semua pekerjaan yang saya dan anda lakukan pasti mempunyai resiko , baik besar maupun kecil tentu akan terdapat resikonya. Dalam pekerja...