Apabila kita berkata mengenai Resiko, tentu disetiap pekerjaan memilikinya, tetapi resiko yang pun akan berbeda-beda guna setiap kegiatan yang dilakukan. Disini saya bakal ambil misal mengenai Resiko yang biasa terjadi disetiap perjalanan yang anda lalui. Seseorang yang bakal berangkat bekerja, ataupun berwirausaha dikawasan yang strategis, masing-masing harinya berhadapan dengan situasi jalanan yang macet. Seseorang tersebut dapat saja yakin bisa sampai di kantor tepat waktu. Namun, tentu situasi di jalanan tidak terdapat yang tahu, contohnya pohon tumbang dampak hujan sebelumnya, atau jalanan diblokir atau hal lain yang dapat mengakibatkan terhalangnya perjalanan. Kemampuan seseorang itu dalam mengelola ketidakpastian dijalanan ialah salah satu format dari Manajemen Resiko. Sama halnya dengan Dunia Finansial, Resiko ialah ketidakpastian yang akan terjadi dari masing-masing situasi dan keputusan yang anda ambil. Hanya saja konsekuensi dari manajemen resiko tersebut ialah berkurang atau hilangnya beberapa dana kita. Bagi itu, Manajemen Resiko dalam urusan ini dapat menolong kita guna mengenali resiko apa saja yang barangkali dihadapi dan apa saja teknik yang butuh dipersiapkan untuk menyelamatkan atau mengurangi sebagian jumlah kerugian kita.
Manajemen Resiko Disetiap Trading
Resiko trading ialah resiko yang kita ambil saat menilai seberapa besar modal dan volume transaksi yang dilibatkan. Resiko jenis ini sepenuhnya terdapat di bawah kontrol Anda. Resiko Total Equity Manajemen resiko profesional seringkali menganjurkan resiko total diberi batas maksimum melulu sampai 20-30%.Jika Anda lumayan confident, maka Anda dapat menyesuaikannya dengan ukuran yang lebih besar. Resiko Per Entry Posisi Setelah kamu menilai batasan reiko total equity, barulah manajemen resiko stop loss bisa ditentukan. Metode guna menilai stop loss berbagai ragam. Tapi usahakan manajemen resiko kamu harus melihatnya dari total equity.
Manajemen Pasar
Resiko yang satu ini berasal dari pasar forex yang memang akan tidak jarang kali ada, baik sebelum Anda tercebur maupun sesudahnya. kita sama sekali tidak dapat mengerjakan apa-apa terhadap jenis resiko ini, kecuali mengenal, menganalisa, dan mencari teknik mengatasinya. Dalam melakukan teknik mengatasi resiko pasar, Anda dapat mempertimbangkan opsi instrumen trading, serta bagaimana pergerakan harga dan volatilitasnya. Setiap instrumen trading memiliki keanehan tersendiri, 3 manajemen resiko terpenting yang mesti kita pertimbangkan merupakan: Perubahan Harga dan Volatilitas Yang kesatu dan yang sangat dasar ialah perubahan harga pasar. Perubahan ini pastinya akan membuat manajemen resiko tersendiri bagi kegiatan trading Anda. Saham yang berkapital besar seringkali bergerak lebih stabil dibanding yang berkapital kecil. Forex dan index pun sama, sejumlah index dan mata duit bergerak lebih stabil dibanding yang lain. Resiko Leverage dan Margin Resiko leverage dapat ditafsirkan sebagai manajemen resiko yang muncul dampak pemakaian skala modal yang lebih banyak dibanding modal yang disetorkan. Misalnya kita dapat melakukan pembelian atau memasarkan suatu instrumen ekuivalen $ 100,000,- dengan melulu menyetorkan garansi dana sebesar $1,000. Semakin besar leverage yang kita pilih, maka semakin kecil pula garansi yang butuh Anda bayarkan. Kondisi ini sekilas menguntungkan, karena andai Anda kesempatan bagus Anda bisa memperoleh peluang lebih tidak sedikit untuk menemukan profit yang lebih besar. Namun bagaimana andai posisi kita merugi? Tentu uang garansi Anda pun akan cepat berakhir seiring dengan evolusi harga di pasar.
Risk to Reward Ratio
Adalah manajemen resiko rasio yang dipakai untuk mencocokkan potensi deviden dengan resiko dalam setiap pemungutan keputusan transaksi. Risk reward ratio dalam urusan ini bertolak belakang dengan yang lazimnya dipahami. Dalam dunia trading istilah itu digunakansebagai sebuah cerminan tentang manajemen resiko yang akan dipungut untuk mendapatkan sebanyak keuntungan tertentu. Misalnya bila kamu mempunyai rasio risk reward 5:1, bukan berarti bahwa kita secara nyata menerima deviden 5 kali lebih banyak dibanding resiko. Sekali lagi bahwa urusan ini ialah rasio bukan fakta. Untuk merangkai ratio risk reward untuk setiap orang bakal berbeda-beda dan mempunyai sifat subjektif. Investor bermodal besar bakal mempunyai tingkat penerimaan terhadap resiko lebih banyak dibanding pemodal kecil. Faktor personal beda manajemen resiko, laksana tujuan, karakter dan tingkat keterampilan juga dominan dalam merangkai rasio. Bagi menyesuaikan rasio itu ke dalam kegiatan transaksi manajemen resiko pun tidak terlampau rumit, ada tidak sedikit cara yang bisa dilakukan, contohnya dengan merubah komposisi modal, stop loss atau bahkan dengan merubah exit point. Menyusun Ratio sendiri Penyusunan manajemen resiko reward tidak butuh rumit, bahkan paling sederhana. Anda melulu perlu membalas dua pertanyaan inilah ini : Berapa jumlah deviden yang kamu inginkan dari masing-masing transaksi? Berapa jumlah duit yang rela kita tempatkan ke dalam resiko guna mendapatkan keuntungan itu ? Setelah kamu menjawabnya, bagilah jumlah keuntungan itu terhadap jumlah resiko yang kita relakan, dan hasilnya Anda sudah mendapatkan rasio risk reward kita sendiri. Win Ratio Ratio ini bermaksud mengukur seberapa besar presentase kemenangan dengan kekalahan yang didapatkan oleh sistem trading anda. Bagi mendapatkannya kamu tentu mesti mempunyai sistem manajemen resiko terlebih dahulu. Susunlah sistem itu dan uji hasilnya baik dalam format back testing ataupun forward testing dengan memakai demo account. Anda pun dapat melakukannya dengan test visual melewati grafik bila tersebut mudah dilakukan. Setelah itu, catatlah hasil berapa kali sistem itu menghasilkan deviden dan berapa kali kekalahan yang kita peroleh. Dengan demikian manajemen resiko Anda sudah mendapatkan win to loss ratio. Pareto Principle Prinsip Pareto menuliskan bahwa 20% dari sesuatu tersebut selalu menyebabkan hasil 80%. Dengan kata lain, 80% hasil didapatkan dari 20% aktifitas, dan 20% dari hasil selalu didapatkan dari 80% aktifitas. Dalam artian trading, profit yang efektif tersebut datang melulu dari beberapa kecil (20%) kegiatan transaksi Anda. kita tidak mesti mengadopsi angka prinsip ini secara persis, yang terpenting anda paham bahwa banyak sekali dari kegiatan trading seringkali hanya menyumbang beberapa kecil untuk pertumbuhan modal kita. Sebagai misal manajemen resiko, katakanlah suatu metode mempunyai probabilitas 60% kekalahan dan 40% kemenangan. Prinsip diatas bisa berjalan laksana ilustrasi dibawah : 10 Transaksi EUR/USD; masing-masing transaksi mempunyai SL 50 poin dan TP 100. 6 dari transaksi tersebut terpapar stoploss dan menghasilkan kerugian, 4 lainnya menghasilkan deviden 6 Transaksi Loss x 50 poin (pips) x $10/poin =- $3,000 4 Transaksi Profit x 100 poin x $10/poin = +$4,000 Net Profit/ Loss = +$1,000 Artinya bahwa dengan mengelola manajemen resiko trading anda, cara yang buruk sekalipun masih bisa menghasilkan keuntungan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar