Kamis, 20 Februari 2020

Cara Mengelola Resiko Trading Yang Baik Dan Aman


Semua pekerjaan yang saya dan anda lakukan pasti mempunyai resiko, baik besar maupun kecil tentu akan terdapat resikonya. Dalam pekerjaan keseharian pun, resiko ialah teman sejati yang tidak jarang kali setia mendampingi kemanapun anda melangkah. Dia tidak mau mengelak atau bahkan dihindari. Karena sekuat apapun anda menghindar, maka sekuat tersebut pula resiko tersebut mendekat.

Begitupun dalam pekerjaan usaha, yang namanya resiko tersebut pasti tidak jarang kali ada dan tidak bakal pernah dapat dihilangkan. Tidak peduli besar atau kecil jenis usahanya dan tidak peduli jenis usaha apa yang sedang dijalankannya. Kalau anda menyadari bahwa resiko ialah teman sejati setiap tahapan kita, kawan terdekat dengan setiap pekerjaan bisnis kita, maka sangatlah tidak arif seandainya anda melupakan, menghindari ataupun menjauhi resiko tersebut. Resiko tersebut bukan guna dihindari, tetapi harus dihadapi dan dikelola. Karena bilamana kita dapat menghadapi dan mengelolanya dengan benar, maka kita dapat mengelola potensi-potensi kerugian yang ada. Ada seorang trader pernah berbicara seperti ini: "Jangan tanyakan untuk diri kita berapa persen kita siap menerima keuntungan, namun tanyakanlah berapa persen kita siap menanggung kerugian." Penyataan di atas menjadi sangat urgen karena bersangkutan erat dengan mental (emosi) anda saat mengerjakan trading. Kita pun akan memahami bagaimana mesti mengelola resiko yang telah terukur tersebut menjadi suatu keuntungan. Mungkin telah terlalu tidak sedikit bukti dari pengalaman semua trader yang tidak mempedulikan kerugian tersebut terus berjalan sebab tidak inginkan rugi dan bercita-cita harga bakal balik kembali. Pada akhirnya, ia justeru menderita kerugian yang cukup tidak sedikit karena asa itu melulu didasarkan pada ekspektasi kosong tanpa basis analisa yang jelas. Kenalilah resiko itu, bersahabatlah dengan resiko itu, dan kelolalah resiko itu. Maka anda akan dapat mengembangkan perniagaan sesuai dengan apa yang diharapkan. Jadi, tanyakanlah untuk diri sendiri sebelum mengerjakan trading forex, berapa persen mental Anda dapat atau mampu menanggung kerugian. Kemudian usahakanlah untuk mengelola potensi kerugian tersebut supaya menjadi keuntungan. Contoh Pengolalaan Resiko Trading kita punya modal trading $1000 dan secara emosional dapat menanggung kerugian maksimal sebesar $100 per posisi (1% dari modal).


Menyesuaikan kerugian maksimal dengan jumlah yang dapat Anda tanggung secara emosional dengan kata lain menakar seberapa besar loss yang menurut keterangan dari pandangan individu Anda masih wajar, sehingga andai benar terjadi, kita tidak menjadi stres dan berupaya "mengembalikan" kerugian itu bagaimanapun caranya. Katakanlah Anda telah merasa paling kehilangan bilamana kerugian telah melebihi $100 di satu posisi, maka batasi kerugian maksimal per trade di angka $100. Setelah memahami berapa jumlah kerugian maksimal cocok batas toleransi risiko Anda, maka selanjutnya atur manajemen resiko yang mengakomodasi standar tersebut. Bagi mengupayakannya, ada pelbagai cara yang dapat Anda pilih. Salah satunya ialah dengan memanfaatkan fitur Stop Loss yang dapat menutup posisi rugi secara otomatis pada level tertentu.


Di sini, Anda dapat menilai sendiri di level mana Stop Loss bakal terpicu. Apabila kita menilai besar kerugian per posisi tak dapat lebih dari $100, maka lumayan hitung nilai per pips dari setup posisi Anda, lalu pakai patokannya untuk menanam Stop Loss. Contohnya: kita open posisi buy EUR/USD pada harga 1.2000 dengan lot 0.1 (10,000 unit). Volume trading 0.1 lot sendiri mempunyai patokan nilai $1 per pips guna posisi trading EUR/USD. Oleh sebab itu, Anda lumayan mengkonversinya menjadi pips dengan perhitungan: $1 x $100 = 100 pips. Setelah mendapat  hasil tersebut, maka Stop Loss ideal yang cocok batas toleransi risiko Anda merupakan: 1.2000 - 0.0100 = 1.1900. Perlu diketahui, pemakaian Stop Loss seringkali juga diiringi dengan Take Profit yang bermanfaat untuk mengunci deviden dengan teknik menutup posisi secara otomatis saat sedang profit. Karena besar resiko seringkali sebanding dengan kesempatan keuntungan, maka sesuaikanlah pemakaian Take Profit yang ideal dengan Stop Loss Anda.


Jangan terlampau jauh menautkan Take Profit di jarak 1000 pips dari Entry bilamana Stop Loss Anda hanya 100 pips. Biasanya, jarak Take Profit 3x dari Stop Loss telah menjadi ukuran maksimal untuk trader. Lebih dari itu, maka posisi kita rawan terpapar Stop Loss sebelum Take Profit tersentuh. Bagaimanapun juga, pasar tidak tidak jarang kali bergerak trending secara terus-menerus. Seperti yang disebutkan oleh Paul Tudor Jones: "Market melulu bergerak dalam trend selama 15 persen (dari total fluktuasinya); selebihnya, pasar melulu bergerak sideways."

Cara Menentukan Risk Ratio Yang Ideal Dalam Trading Forex




Rasio risk reward ialah rasio yang dipakai oleh tidak sedikit investor/trader untuk mencocokkan imbal hasil yang diinginkan dari suatu investasi dengan jumlah risiko yang dipungut untuk menemukan imbal hasil tadi. Rasio ini dianggarkan secara matematis dengan membagi besar potensi kerugian trader andai harga bergerak ke arah yang tak tersangka sebelumnya (dengan kata lain: risiko) dengan besar potensi profit yang diinginkan akan diterima trader saat posisi diblokir (dengan kata lain: reward) (menurut keterangan dari investopedia).

Jadi, ayo saya sampaikan lebih lanjut mengenai rasio risk reward. Katakanlah Anda hendak trading pada pair EURUSD. Anda memakai 0.1 lot dengan stop loss 30 pips dan target profit 60 pip. Rasio risiko kita (dari stop loss) dan reward (dari target profit) ialah 1:2 (30:60), dimana kita bertrading dengan jumlah dua kali lipat risiko Anda. Rasio risk reward bakal berbeda-beda untuk setiap trader. Berdasarkan strategi-strategi tradingnya dan kondisi pasar, rasio risk reward masing-masing trading juga tak tidak jarang kali sama. Sebagai trader forex sendiri, saya masih berusaha untuk mengekor rasio risk reward yang bagus. Saya seringkali vertrading dengan rasio risk reward 1:1 yang adalahrasio risk reward standar dalam trading. Tetapi menurut keterangan dari saya, rasio risk reward 1:1 tidak begitu bagus bila Anda tidak mempunyai strategi trading yang tidak benar-benar bagus. Mengapa? ayo saya beri sejumlah contoh:


Contoh 1 kita mempunyai strategi trading yang mempunyai bisa jadi menang (winning rate) 60%. Lalu Anda memakai rasio risk reward 1:1 dalam masing-masing trading yang kita lakukan. Misalkan dalam sebulan Anda menciptakan 20 trading dengan 20 pips stop loss dan target profit. Berapa pips yang bakal Anda dapatkan di akhir bulan? Kemungkinan menang 60% dari 20 kali trading = 12 trading berhasil (8 trading loss) (12 trading berhasil x 20 pips ) - (8 trading loss x 20 pips) = 240 pips - 160 pips = 80 pips Jadi, pada akhir bulan Anda bakal mendapatkan profit 80 pips. Tetapi tersebut JIKA strategi kita memiliki bisa jadi menang 60%. Jadi, bagaimana andai kemungkinan menang tidak cukup dari 50%? Jawabannya ialah dengan menambah rasio risk reward Anda.

Contoh 2 Sebut saja Anda melulu memiliki bisa jadi menang (winning rate) 40%. Anda memakai rasio risk reward 1:3, dengan stop loss 20 pips dan target profit 60 pips. Jadi, berapa pips yang bakal Anda dapatkan di akhir bulan? Kemungkinan menang 40% dari 20 trades = 8 trading berhasil (12 trading loss) (8 trading berhasil x 60 pips) - (12 trading loss x 20 pips) = 480 pips - 240 pips = 240 pips Meskipun Anda memakai strategi dengan bisa jadi menang 40%, kita masih dapat menghasilkan uang! Dalam opini saya, ialah salah kaprah andai orang berkata tentang seberapa tinggi persentase bisa jadi menang Anda. Perhitungan diatas memperlihatkan bahwa dengan bisa jadi menang 40% pun, kita masih dapat menghasilkan uang. Jadi, ini terserah kita sekarang. Saya mesti mengakui bahwa saya tidak selalu memakai rasio risk reward yang lebih besar, dan kadang-kadang susah untuk memakai rasio risk reward 1:3 (atau yang lebih tinggi), namun saya hendak menunjukkan pada kita bahwa bisa jadi menang (winning rate) tersebut bukan segalanya. Yang akan menciptakan Anda berhasil dalam bertrading forex ialah persentase bisa jadi menang yang bagus dan suatu rasio risk reward yang bagus pula, disertai dengan money management yang tepat. Saya berharap tulisan ini dapat membantu Anda. Mari menjadi trader forex yang lebih baik!

Cara Memilih VPS Terbaik Untuk Trading Forex



Saat ini tidak sedikit sekali jenis-jenis VPS (Virtual Private Server) yang ditawarkan untuk trader. Namun akhirnya justeru membuat trader merasa bingung bakal tawaran tersebut. Di sisi lain, mereka menawarkan dengan harga murah, tetapi pun ada yang menawarkan dengan harga lumayan terjangkau. Mana yang adalahpilihan sangat tepat? Bagaimana teknik memilih VPS yang bagus?
Pertimbangkanlah sejumlah kriteria inilah ini sebelum mengerjakan sewa VPS (Virtual Private Server) di lantas hari. Tanpa terdapat perhitungan, boros di biaya akan menjadi penyesalan di akhir. Bagi itu, ikuti kajiannya sebagai berikut : Lokasi Server Melihat jenis server data, ada tidak sedikit sekali yang ditawarkan laksana server Indonesia, Singapura, Hongkong, Amerika, sampai Eropa. Lantas mana yang mesti dipilih? Dalam pemakaian VPS (Virtual Private Server), server ialah yang terpenting. Saat ini server VPS yang bagus dan sangat stabil ialah lokasi pusat data berasal dari Inggris. Hal ini didukung dari regulasi data center Inggris yang paling ketat, sampai-sampai aturan dan kebijakannya dapat diandalkan. Sayangnya dalam urusan biaya, sewa VPS (Virtual Private Server) dari Inggris adalahpaling mahal di dunia. Tapi urusan tersebut juga akan laksana pepatah "ada uang, terdapat barang". Pilihan yang selanjutnya dapat pilih dari Eropa, sebab kecil bisa jadi terjadinya pemutusan jaringan. Sedangkan pada server Amerika seringkali lebih murah, tetapi terkadang terdapat pemutusan jaringan dampak sibuknya kemudian lintas data yang paling padat. Budget Nah soal ongkos di berikan masing-masing trader nih. Mau pilih VPS cocok selera, ya dicocokkan dengan kantongnya. Jika sekedar coba-coba, boleh lah cari VPS (Virtual Private Server) murah meriah dan dekat di Indonesia servernya. Namun, bila telah masuk investasi masa depan, maka sediakan budget yang tidak banyak lebih gede, dengan pilihan garansi keamanan dan fitur yang mendukung. Pilih server VPS yang bagus dari sisi lokasi maupun kualitas lainnya. Pelayanan Saat ini sudah tidak sedikit situs-situs yang menawarkan VPS (Virtual Private Server). Anda bermukim pesan dan kerjakan pembayaran, maka VPS yang bagus telah langsung dapat digunakan. Namun yang lebih diperhatikan ialah soal bagaimana penyedia VPS tersebut melayani konsumennya. Jika terdapat kendala, maka support mesti cepat merespons klien. Jika Anda mengejar penyedia VPS yang tidak melayani konsumen dengan baik, maka tidak boleh diteruskan dalam jangka panjang. Kualitas Hardware Komponen server akan disaksikan dari kinerja hardwerenya. Semakin bagus sebuah hardwere semakin cepat pula kinerja server VPS (Virtual Private Server). Bagi itu, sesuaikan dengan kebutuhan. Jika melulu menggunakan 1 platform Metatrader dan sesudah tidak ada kegiatan lain laksana browsing, mengupayakan software-sofware lain, ataupun memakai game berat, maka server dengan hardware minimum sudah dapat digunakan. Cirinya dapat diketahui dengan menyaksikan harga yang ditawarkan. Semakin murah, semakin kecil kualitas hardwerenya. Lokasi Broker Jika kita akan memakai VPS sebagai penyokong trading forex memakai Robot Trading (EA), maka butuh menyesuaikan dengan letak server broker. Biasanya broker mempunyai server di sejumlah negara. Bila kita sedang memakai server yang sedang di Eropa, usahakan cari VPS (Virtual Private Server) yang sedekat barangkali dengan server broker tersebut. Semakin dekat dengan server broker, semakin cepat pula proses transaksi EA di VPS (Virtual Private Server) kita. Alternatif lain, kita juga dapat memilih broker yang sudah meluangkan hosting VPS sendiri, sampai-sampai pelayanan dapat all-in-one.

Hindari Kebiasaan Buruk Ini Agar Cepat Kaya

Uang memang bukan segalanya, tetapi bila tak punya tidak sedikit uang juga hidup akan kesulitan. Banyak orang mengetahui tersebut dan karenanya hendak jadi kaya, namun tak tidak banyak diantaranya yang tanpa disadari melakukan kelaziman - kelaziman buruk yang dapat membuat diri selamanya tidak berhasil  kaya. Kebiasaan - kelaziman buruk apa saja?

1. Mengambil terlalu tidak sedikit kredit dan tak tahu bagaimana riwayat kredit diri sendiri.

Mendapatkan kredit tersebut mudah, sementara melunasinya bakal lebih susah. Ini khususnya berlaku untuk orang-orang yang memandang pinjaman bank sebagai solusi, tanpa mempertimbangkan bagaimana besok akan menyelesaikannya. Mulai dari kredit motor, KPR, kartu kredit, ketika ini masing-masing individu dapat mempunyai antara satu sampai tiga atau lebih kredit dalam satu waktu. Namun, sudahkah kita menghitung berapa total pokok pinjaman plus bunga dan menjadwalkan pembayarannya? Lebih parah lagi saat mereka yang punya kelaziman buruk ini luput mengecek riwayat kreditnya. Kemudian saat suatu saat memerlukan pinjaman terpaksa malah ditampik karena riwayat kreditnya buruk. Padahal, mengecek riwayat kredit relatif mudah, lumayan dengan mengisi eksemplar isian online dan memungut hasilnya di kantor Bank Indonesia terdekat.


2. Tidak merancang target keuangan. Kebanyakan orang menata pengeluaran sejajar dengan pemasukan,

dalam makna berapa gaji bulanan, sebesar tersebut pulalah pengeluaran bulanan (atau malah lebih banyak lagi dengan didanai utang). Kalaupun sukses menyisihkan beberapa uang di mula bulan, belakangan bakal terpakai pun untuk belanja. Demikian seterusnya dari masa-masa ke waktu. Kalau laksana itu, kapan bakal kaya? Untuk mereka yang melakukan kelaziman buruk ini, maka tak peduli berapa kali gaji naik, pasti takkan lumayan karena keperluan plus kemauan terus menerus naik bareng dengan pendapatan. Buatlah target finansial tertentu. Misalnya, Anda hendak tahun 2025 berangkat haji, atau 15 tahun lagi menyekolahkan anak ke luar negeri, atau 20 tahun lagi punya blok ruko sampai-sampai hidup lumayan ongkang-ongkang kaki, dan beda sebagainya. Dengan patokan target tersebut, selanjutnya buatlah "strategi".


3. Tidak menciptakan rencana perkiraan dan investasi.

 Karena tak punya target, maka lumrah pula bila banyak sekali orang tak punya rancangan perkiraan pemasukan dan pengeluaran maupun rencana investasi, khususnya mereka yang masih muda. Kebiasaan buruk ini tak hanya dilaksanakan oleh orang Indonesia saja. Berdasarkan keterangan dari suatu penelitian, 19% dari kalangan muda Amerika (millenial) tak punya perkiraan sama sekali, sementara 26% lagi melulu membuat perkiraan untuk menunaikan tagihan rutin, kemudian sisanya dikuras sesuka hati. Ini termasuk kelaziman buruk yang butuh diubah. Buatlah target keuangan. Lalu sesudah memasang target, tentukanlah rancangan perkiraan dan investasi Anda. Berapa persen dari penghasilan bulanan akan dianggarkan untuk keperluan sehari-hari, berapa persen guna membayar angsuran kredit, kemudian sisihkan pun untuk cadangan kondisi darurat, pensiun, dan tabungan/investasi. Jangan tak sempat anggarkan juga sejumlah persen guna amal.



4. Nyaman dengan kedudukan quo.


Dibanding orang yang tak punya target dan rencana keuangan, barangkali lebih tidak sedikit lagi mereka yang merasa nyaman dengan situasi keuangannya ketika ini...tanpa menyadari bahwa suatu saat segalanya dapat berubah drastis. Seorang istri menerima saja kiriman bulanan dari suaminya tanpa berupaya menyimpan uang ataupun berinvestasi, kemudian panik saat sang suami tiba-tiba meninggal sementara anak-anak masih kecil, tabungan minim, dan ia tak punya empiris kerja maupun skill berharga. Seorang karyawan cinta mati dan loyal pada lokasi kerjanya, kemudian tiba-tiba perusahaan gulung tikar atau mengerjakan efisiensi sampai ia kena PHK. Kejadian-kejadian semacam tersebut tentu familiar di telinga kita. Padahal, semenjak kecil anda sudah tidak jarang mendengar pepatah "sedia payung sebelum hujan", namun pada kesudahannya nasehat itu melulu sekedar kata-kata.



5. Tak mengerjakan investasi pada diri sendiri.

 Kalau bicara mengenai berinvestasi, kemudian investasi apa yang terbaik? Yang kesatu dan terutama ialah berinvestasi pada diri sendiri. kita lah yang akan berusaha mencari uang, dan meskipun seandainya besok Anda dapat membuat duit bekerja sembari diri ongkang-ongkang kaki, tetap saja Anda mesti lumayan sehat untuk menciptakan keputusan-keputusan strategis. Jadi, berinvestasilah pada diri kita sendiri. Jagalah kesehatan, minum suplemen andai dibutuhkan, tingkatkan terus wawasan dan skill yang dimiliki. Jangan terlena oleh kenyamanan kedudukan quo sampai lupa mengembangkan diri; ini termasuk kelaziman buruk. Sebagai karyawan, nilai diri kita akan kian tinggi sejalan dengan semakin sehat, semakin tinggi skill, dan semakin tidak sedikit pengalaman di tangan. Sedangkan sebagai enterpreneur atau investor, kesehatan, skill, dan empiris itu dapat membuat Anda dapat mengambil keputusan-keputusan yang lebih berbobot | berbobot | berkualitas (baca: menghasilkan lebih tidak sedikit uang).




6. "Menyimpan seluruh telur dalam satu keranjang"


Meskipun mengerjakan investasi pada diri sendiri tersebut penting, namun tak kalah pentingnya pun untuk mengerjakan investasi pada pelbagai aset. Sekali lagi: tidak boleh mudah puas pada kedudukan quo, meskipun sekarang gaji bulanan Anda telah tinggi. Akan lebih aman dan menguntungkan bilamana Anda dapat merancang sejumlah sumber pendapatan, sehingga ketika satu sandaran goyah atau tumbang, masih terdapat yang lainnya. Katakanlah kita seorang karyawan, maka akibat PHK mendadak dapat ditanggulangi lebih baik andai masih punya tabungan dan mempunyai sumber penghasilan lain laksana dari properti yang disewakan, toko atau lokasi tinggal makan, investasi saham, atau trading forex.



7. Membiarkan dana mangkrak di tabungan tabungan. Pada dasarnya,


kelaziman buruk nomor tujuh ini serupa dengan nomor enam. Mayoritas orang Indonesia punya tabungan tabungan, tetapi melulu segelintir yang berinvestasi. Untuk Anda, ini sebetulnya peluang. Jika Anda hendak kaya, atau minimal mempunyai lebih tidak sedikit uang, hindari kelaziman buruk ini. Begitu kita sudah sukses mengumpulkan simpanan yang cukup di bank, tidak boleh biarkan melulu diam begitu saja dalam rekening. Buat uang tersebut bekerja guna Anda dengan mengerjakan investasi dalam aset-aset berharga. Ketahuilah bahwa simpanan di bank andai didiamkan maka lama kelamaan akan menciut bukannya bertambah, sebab potongan administrasi dapat sama dengan atau malah lebih banyak dibanding bunga yang diserahkan bank. Pilihan investasi masa sekarang sangat beragam. Anda dapat memilih investasi sektor riil, mulai dari ikut franchise (waralaba), membuka restoran, toko, bengkel, kos-kosan, atau bahkan sekedar menciptakan barang kerajinan tangan atau dropship untuk dipasarkan lewat sosial media. Dapat pun memilih investasi sektor finansial, baik tersebut dengan melakukan pembelian saham, reksadana, atau belajar trading forex. Entah opsi mana yang kita ambil, pokok pentingnya ialah jangan hingga membiarkan tidak sedikit uang terbengkalai. Langkah kesatu dalam menjadi kaya ialah menghasilkan lebih tidak sedikit uang. Meski terdapat semboyan "hemat pangkal kaya", namun faktanya di dunia ini sekedar irit saja tidak cukup. Anda butuh memperbaiki kelaziman - kelaziman buruk laksana yang telah dilafalkan di atas, andai Anda tak hendak gagal kaya. Semua tersebut nantinya bakal menjadi landasan untuk masa depan kondisi keuangan yang lebih baik untuk Anda dan keluarga.

Rabu, 19 Februari 2020

Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Pergarakan Di CryptoCurrency

Cryptocurrency ialah sebutan guna mata duit digital apa juga yang melibatkan teknologi kriptografi. Saat ini, Cryptocurrency ialah salah satu aset perniagaan yang tumbuh sangat cepat, yang mengindikasikan potensi besar guna meraih profit. Cryptocurrency memiliki ciri khas pertumbuhan yang bertahap dan harga yang fluktuatif, serta perubahannya mendadak. Seperti halnya aset lain, nilai mata duit kripto didorong oleh sekian banyak  faktor. Harganya tergantung pada penawaran dan permintaan di pasar. Namun, ada pun faktor-faktor beda yang memprovokasi pergerakan harga Cryptocurrency.

Apa Saja Yang Mempengaruhi Harga Mata Uang Kripto?

1. Penawaran dan permintaan. Pertama, tingkat mata duit kripto tergantung pada ekuilibrium penawaran dan permintaan, cocok dengan hukum pasar. Ketika Cryptocurrency populer dan tidak sedikit diminati, harganya bakal naik. Dan sebaliknya, andai penawaran tinggi, dan permintaan rendah, harganya bakal turun. Perubahan yang cepat dalam ekuilibrium penawaran dan permintaan mengakibatkan volatilitas harga. Setiap pergerakan menyeluruh pada grafik mendorong trader untuk melakukan pembelian atau menjual. Mata duit digital mempunyai volatilitas tinggi, sehingga sesuai untuk ditradingkan, Di samping itu, nilai tukarnya pun terus berfluktuasi. Hanya dalam satu hari, harga pelbagai mata duit digital bisa naik 10-15% atau bahkan dua kali lipat. Baik investor besar maupun trader kecil, hendak menghasilkan duit dari ketidaktetapan harga melewati trading crypto. Salah satu teknik termudah untuk mengawali berkenalan dengan Cryptocurrency ialah dengan membuka akun trading dengan broker forex. Sebagian besar broker menyerahkan layanan trading pada mata duit digital. 

2. Regulasi Cryptocurrency adalahsalah satu hal terpenting ketika ini, sampai-sampai dapat memprovokasi situasi di pasar. Berita mengenai pelarangan mata duit digital tertentu atau industri secara keseluruhan, sampai pengakuan Bitcoin sebagai perangkat pembayaran, bakal sangat memprovokasi nilai tukarnya. 


3. Berita infrastruktur Cryptocurrency, yakni segala sesuatu yang menciptakan Bitcoin lebih dekat dan gampang digunakan, bakal memengaruhi permintaan pasar. Munculnya ATM Crypto, bekerjasama dengan sistem pembayaran terbesar, menyokong pemakaian Bitcoin sebagai perangkat pembayaran pada ranah yang lebih luas, laksana di kafe dan restoran. Informasi semacam ini mempunyai efek besar pada dinamika pasar dan perkembangan harga mata duit kripto. 

4. Serangan hacker, yang pasti tidak diinginkan oleh siapapun. Laporan mengenai peretasan ingin menurunkan harga. Pasar merespons secara instan, dan intensitasnya tergantung pada otoritas website yang diserang. 

5. Kumpulan koin di bursa teratas. Kumpulan Cryptocurrency, serta Delisting, pasti mengakibatkan perubahan harga. Informasi bahwa mata duit kripto baru bakal ditambahkan ke bursa mempertinggi minat di dalamnya. Dalam tidak sedikit kejadian, masuknya suatu Cryptocurrency ke bursa mengakibatkan peningkatan popularitas serta likuiditasnya menjadi lebih tinggi. Listing ialah hal positif yang bisa menyebabkan eskalasi harga. Sebaliknya, Delisting nyaris selalu disusul dengan penurunan harga yang signifikan. Hal yang perlu diacuhkan adalah: segera sesudah koin baru hadir di pasar Cryptocurrency, koin ini menarik tidak sedikit investor yang hendak mendapatkan eskalasi tajam dalam harganya. Sesuai dengan hukum pasar, perkembangan ini dilangsungkan secara singkat. 


6. Berita di media. Volatilitas harga mata duit kripto mayoritas didasarkan pada Hype yang terus menambah minat. Penurunan yang tajam dapat diprovokasi oleh artikel di jejaring sosial dan penyataan sah dari tokoh familiar di dunia Cryptocurrency. Di ranah Cryptocurrency, berita benar-benar mempunyai pengaruh signifikan terhadap kondisi di pasar. Namun, berita tersebut mungkin palsu. Dalam suasana seperti itu, investor mempunyai risiko merasakan kerugian. Untuk menangkal hal ini, pakai hanya sumber berita yang terverifikasi, serta meneliti berita pada sejumlah sumber guna terhindar dari berita palsu yang tidak berdasar. 

Kesalahan- Kesalahan Trader yang Menimbulkan Kerugian

Kita tahu tidak sedikit trader forex yang merasakan kerugian. Dari statistik muncul sekian banyak  angka antara beda 90% rugi, melulu 5% yang profit dan 5% lagi breakeven, atau 93% rugi dan lainnya. Namun demikian angka itu tidak dapat dikatakan pasti, beberapa datanya didapatkan dari broker-broker. Namun yang pasti tidak sedikit trader forex yang merasakan kerugian dan melulu sedikit sekali yang dapat profit dengan konsisten.

Memang susah untuk dipercaya, mereka merasakan kerugian bukan sebab tidak mengerti teknik trading yang benar, atau tidak paham analisa teknikal dan fundamental. Mereka sudah trading pada account demo dalam masa-masa yang lumayan lama. Money management dan rencana trading pun telah mereka terapkan, namun masih pun belum dapat menghasilkan profit dengan konsisten. Dari survey yang pernah dilakukan, mereka menciptakan kesalahan-kesalahan kecil namun sering. Seperti seorang pilot yang menerbangkan pesawat, katakan dari New York mengarah ke ke Los Angeles. Jika dalam perjalanan ia melakukan kekeliruan kecil dalam navigasi arah, hanya sejumlah derajat saja melenceng, maka pesawat itu akan selesai dan tiba di kota San Diego. Meskipun San Diego paling dekat dengan Los Angeles, tetapi kekeliruan tersebut jelas tidak cocok dengan misinya semula. Kesalahan yang berdampak fatal laksana ini sangat gampang diatasi, lumayan dengan memperbaiki arah navigasi cocok dengan tujuan. Tetapi pilot terbius dan memahami kesalahannya. Demikian pun dalam trading forex, kesalahan-kesalahan kecil bisa berdampak fatal dan mengakibatkan Anda kehilangan keyakinan diri. Anda dapat mencapai tujuan andai sadar dan tahu sejumlah kesalahan kecil yang sudah Anda lakukan, dan lantas memperbaikinya. Pada lazimnya ada 17 kekeliruan yang harus kita perhatikan:

1. Tidak benar-benar tahu kenapa harga bergerak laksana itu.

Ini ialah kesalahan yang umum. Banyak trader yang tahu tidak sedikit mengenai forex tetapi sebetulnya tidak memahami apa yang mengakibatkan pergerakan harga. Dalam urusan ini usahakan kita mempelajari mengenai permintaan dan penawaran di pasar forex, bagaimana pending order memenuhi market order, bagaimana bank-bank dan broker-broker besar mengerjakan transaksi menurut volume perdagangan, dan sebagainya. Pengetahuan yang fundamental dan menyeluruh tentang mekanisme perniagaan forex bakal sangat menolong dalam mengetahui pergerakan harga pasar.

2. Hanya trading pada satu time frame.

Banyak sekali trader yang merealisasikan ‘strategi hourly’ atau konsentrasi pada time frame 1 jam saja. Itulah sebabnya pada platform populer Metatrader tidak jarang kali tampil time frame 1 jam (H1) dalam suasana default-nya. Dengan hanya konsentrasi pada satu time frame trading jangka pendek seperti tersebut Anda tidak bakal tahu arah pergerakan harga pasar secara keseluruhan. Sebaiknya kita lihat pun pada time frame yang lebih tinggi (4 jam atau sehari atau seminggu) untuk memahami arah trend pergerakan jangka panjang, sedangkan untuk entry point, stop loss dan target profit dapat Anda tentukan pada time frame kesayangan Anda. Dengan menganalisa harga pada sejumlah time frame (multiple time frame) kita akan dapat terhindar dari kekeliruan antisipasi yang sebetulnya tidak butuh terjadi.

3. kita tidak peduli pada rinci strategi, angka asa profit dan rata-rata trade per bulan.

Ketahuilah dengan detail seluruh hal dalam trading Anda. Mengerti dengan rinci strategi yang Anda pakai akan mempermudah dalam penataan terhadap situasi pasar yang sedang terjadi. Kadang trader memakai strategi trend following saat pasar sedang ranging, atau kebalikannya sehingga hasilnya tidak cocok dengan yang diharapkan. Selain tersebut Anda pun mesti tahu angka asa profit atau expectancy dari masing-masing strategi yang kita gunakan. Untuk memahami angka asa profit, Anda harus tahu persentasi profit dari borongan trading atau winning trades (W%) dan persentasi loss dari borongan trading atau losing trades (L%). Sedang profit rata-rata dalam suatu winning trade ialah AvW (dalam satuan nilai uang) dan loss rata-rata ialah AvL (dalam satuan nilai uang). Angka asa profit = (W% x Av W) - (L% x Av L) (dalam satuan nilai uang). Untuk memahami parameter-paramer itu Anda harus mengupayakan strategi trading selama sejumlah waktu atau mengerjakan back-test (biasanya sejumlah bulan). Oleh sebab tersebut Anda mesti pun tahu jumlah rata-rata trade yang Anda kerjakan dalam sebulan.

4. Anda tidak jarang kali mencoba-coba strategi trading yang baru Mungkin ini kekeliruan yang tidak jarang dijumpai pada trader retail. Berganti dari satu strategi ke strategi lain ialah sama seperti mengupayakan sebuah topi baru untuk membetulkan permainan golf. Dengan kata beda kerugian yang tidak jarang Anda alami barangkali bukan sebab strateginya yang salah. Ketika kita memilih sebuah strategi tentunya telah Anda uji terlebih dahulu validitasnya. Anda melulu tidak konsisten merealisasikan strategi tersebut.


5. Memindahkan level stop loss ke titik breakeven saat Anda telah mendapat  profit untuk menghindari kerugian Kesalahan kecil ini dapat membedakan besarnya profit yang didapatkan trader. Tindakan itu tidak melulu memotivasi rasa fobia rugi tetapi pun membatasi peluang Anda guna meraup profit lebih banyak. Katakan pasar memang sedang bergerak trending dan Anda sudah meraup profit sejumlah pip. kita pindahkan level stop loss ke breakeven point. Pergerakan harga merasakan koreksi dan menyentuh level stop loss Anda, dan breakeven. kita memang tidak merasakan kerugian, tetapi pun tidak mendapat  apa-apa. Akan lebih baik andai Anda memblokir posisi yang sudah meraup progit sejumlah pip, tetapi teknik ini pun salah, dan tidak direkomendasikan. Lihat kekeliruan pada point berikutnya.

 6. kita punya strategi guna entry namun tidak terdapat strategi exit Banyak trader yang menciptakan strategi entry dengan paling hati-hati dengan sekian banyak  aturan yang melibatkan analisa teknikal dan fundamental. Jam berapa harus entry, menghindari berita rilis data mendasar dan beda sebagainya, tetapi mereka melalaikan strategi exit, atau bahkan tidak ada cerminan sama sekali. Kesalahan ini menciptakan profit yang didapatkan terbatas (ketika profit), atau merasakan kerugian yang lebih banyak dari yang seharusnya saat loss. Cara yang simpel untuk menilai exit ialah dengan menyimak level-level support dan resistance sebagai batasan pergerakan harga. Level exit dapat sekitar level support atau resistance yang terdekat tergantung dari situasi pasar.

Target Dalam Trading Forex Itu Sangat Penting


Banyak hal yang merintangi untuk tetap profit. Saat telah mendapatkan keuntungan, terkadang hasil yang anda peroleh bisa musnah di bulan-bulan berikutnya. Di balik tersebut semua, terdapat sesuatu yang mesti diacuhkan dalam menjalani trading forex. Bukan masalah Anda dapat profit besar, bukan masalah pula Anda dapat take profit sedikit, tetapi yang sangat penting ialah ketika Anda dapat membuat akun Anda meningkat besar secara konsisten.

Jika Anda dapat menghasilkan profit besar hari ini, dan dapat mendapatkan hasil yang bombastis ketika ini, tetapi 3 minggu lagi berakhir maka guna apa? Ada yang bilang tidak masalah rugi kemarin, yang urgen dapat rebate. Setidaknya dari kerugian kemarin masih ada saldo rebate yang didapatkan, sampai-sampai kerugian itu masih dapat diselamatkan dengan adanya rebate. Namun, urusan seperti tersebut usahakan dimanfaatkan sebagai "bonus" sampingan saja, bukan sebagai hasil deviden utama. Yang lebih urgen justru ialah seberapa baik kita dapat menjaga akun Anda, seraya meyakinkan pertumbuhan jumlah deviden di masa mendatang. Jika ketika ini Anda telah profit, dan dapat menghasilkan deviden yang menggiurkan, tetapi akhirnya rugi dan kehilangan modal, kemudian apa yang dapat dibanggakan? Akan percuma bukan? Tetapkan Target Tujuan utama di forex ini apa sih? Tentu tidak beda hanyalah menghasilkan keuntungan.


Dari keuntungan itu Anda kembangkan menjadi besar dan terus membesar. Bagaimana Anda bisa memanage akun kita menjadi lebih banyak dari modal awal ialah satu-satunya destinasi Anda yang sebenarnya. Dengan kata lain, semakin lama Anda mengerjakan transaksi, bakal semakin besar pula hasil yang didapatkan.- Bila modal kita masih sama dengan modal di bulan kemudian atau tahun kemudian maka Anda mesti membenahi diri. Jika modal kita tidak dapat lebih tidak sedikit dari modal di masa kemudian Anda, maka trading Anda ialah sia-sia. Percuma saja kita trading bila tidak ada pertumbuhan dari modal Anda. Berusahalah guna mempunyai target, bahwa deviden Anda bulan ini mesti lebih berlipat di bulan mendatang. Bila tidak bisa, maka Anda mesti membenahinya. Fokus Salah satu tugas untuk menciptakan akun trading kita bertambah ialah adanya sistem. Jika kita tidak mempunyai sistem, maka dijamin trading Anda akan amburadul dan berakhir modal.


Segera benahi trading sistem Anda, fokuskan pada satu sistem saja, dan jalankan sistem tersebut secara disiplin sampai mampu melipatkan deviden yang besar. Setelah sistem trading Anda dapat melipatgandakan modal, maka saatnya memutuskan target. Target bermanfaat untuk menolong trading hari ini bakal lebih baik dari 1 tahun yang lalu. Keuntungan Anda bakal membesar dari tahun ke tahun. Tanpa adanya target, maka hasil yang kita dapatkan bakal begitu-begitu saja. Yang butuh disadari, walaupun akun Anda bisa berkembang, loss juga tetap ada. Hal ini lumrah dan bakal tetap terdapat di perjalanan trading Anda. Kerugian tidak masalah, yang urgen sepanjang kita mempunyai target, disitulah akun kita akan tidak jarang kali berkembang.


Kesimpulan Trading forex kita akan percuma tanpa adanya sebuah target. Perjalanan transaksi ketika ini bakal dapat secara konsisten menguntungkan bila Anda punya rencana jangka panjang yang dapat membawa akun Anda lebih banyak dari bulan lalu, tahun lalu, ataupun 5 tahun yang lalu. Manfaatkanlah target dalam masing-masing transaksi Anda. Fokuskan, jalankan, dan hasilkan deviden maka akun Anda bakal segera berkembang.

Cara Mengelola Resiko Trading Yang Baik Dan Aman

Semua pekerjaan yang saya dan anda lakukan pasti mempunyai resiko , baik besar maupun kecil tentu akan terdapat resikonya. Dalam pekerja...