Rabu, 12 Februari 2020

Mengapa Banyak Trader Forex Yang Gagal ?



Secara logika, andai Anda trading di pasar forex dengan risk/reward ratio 1:1 dan tanpa strategi andalan, maka bisa jadi untuk profit ialah 50%. Jadi banyak sekali trader yang menggunakan teknik tersebut seharusnya selesai dengan balik modal (breakeven) setelah sejumlah kali trade, sebab trading dengan teknik acak (acak) dan risk/reward ratio 1:1 ini kemungkinannya sama dengan melempar koin, 50:50. Tetapi kenapa banyak sekali trader forex merugi? Adakah hal lain yang mengakibatkan hasil akhir dapat lebih kecil dari breakeven?

Dari sejumlah survey yang pernah dilakukan, dalil utama yang menyebabkan banyak sekali trader forex merugi ialah karena hal pengendalian diri yang kurang, ingin subyektif dan prediksi yang berlebihan. Berikut sejumlah kekeliruan yang sering dilaksanakan trader forex (terutama trader pemula) sampai hasil tradingnya tidak laksana yang diharapkan: 

1. Trading melawan arah trend. 

Meski trader tahu bahwa dengan mengekor arah trend bisa jadi untuk profit bakal lebih besar, namun mereka ingin untuk trading melawan trend dengan sekian banyak  alasan, terutama andai sudah terlanjur membuka posisi. 


2. Tidak inginkan menerima kerugian atau kesalahan. 

Kecenderungan guna melempar kesalahan untuk orang beda atau menyalahkan keadaan ialah sifat yang manusiawi. Tetapi andai hasil trading anda mengecewakan, maka yang harus disalahkan ialah diri anda sendiri. Jika anda menderita kerugian, bukan broker anda yang salah, atau situasi pasar yang tidak benar, tetapi sebab kita salah membuka posisi trading. Menyalahkan broker atau pasar tidak akan menolong memperbaiki hasil trading kita. Jika anda entry menurut rekomendasi dari broker atau konsultan trading dan ternyata hasilnya loss, tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab anda atas keyakinan kita pada rekomendasi mereka. Jika anda terus menyalahkan pihak beda atas kerugian yang anda alami maka anda tidak akan pernah dapat memperbaiki hasil trading anda selanjutnya, sebab tidak melihat kekurangan kita sendiri. 


3. Masuk pasar secara acak, 

tidak memiliki metode dan strategi trading tertentu. Jika kita masuk pasar dengan cara dan strategi yang berubah-ubah dapat dikatakan kita trading secara random (acak). Ini dapat terjadi sebab Anda memang tidak memiliki strategi tertentu yang sudah teruji atau kita tidak menguasai benar strategi trading yang sudah Anda pilih. Jika Anda memakai strategi yang tidak jarang kali berubah pada situasi pasar forex yang pun selalu berubah, maka bisa jadi profitnya ialah fifty-fifty. Sebaliknya, andai Anda sudah memilih strategi tertentu namun Anda tidak cukup menguasai atau belum benar-benar mengujinya, maka pada suatu ketika Anda bakal ragu. Dan bila Anda merasa mesti entry sebab kondisi pasar paling mendukung, maka kita akan ingin menggunakan strategi lain. 


4. Over trading 

Over trading atau terlalu tidak jarang masuk pasar dapat terjadi karena: Pengaruh emosi. Rasa euforia sesudah profit sampai ingin membuka posisi lagi dengan teknik yang sama, atau rasa hendak balas dendam setelah merasakan loss. Keduanya ingin mengabaikan strategi trading yang sudah disepakati. Trading pada time frame rendah (dibawah 1 jam: 30 menit, 15 menit dst.) yang memberikan tidak sedikit peluang entry tetapi dengan probabilitas yang rendah sebab pada time frame tersebut ingin untuk terjadi tidak sedikit noise. Melakukan analisa pasar yang berlebihan (over-analyzing). Terlalu tidak sedikit informasi dari berita atau pemakaian sejumlah indikator teknikal secara bersamaan dapat menyebabkan analisa yang berlebihan dan ingin tergoda guna membuka posisi trading lebih banyak. Over-analyzing dapat menyebabkan prediksi yang berlebihan sampai-sampai kita ingin untuk over trading. 

5. Resiko per trade yang terlampau besar

Banyak trader mempertaruhkan terlalu tidak sedikit dana dalam masing-masing posisi trading. Hal ini dilaksanakan karena trader hendak trading dengan ukuran lot yang besar untuk mendapat  profit yang memadai. Cara laksana ini lumayan riskan dan mempunyai sifat gambling sebab di luar aturan money management yang lazim. Biasanya resiko per trade diputuskan sekitar 2% dari balance pada account trading.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cara Mengelola Resiko Trading Yang Baik Dan Aman

Semua pekerjaan yang saya dan anda lakukan pasti mempunyai resiko , baik besar maupun kecil tentu akan terdapat resikonya. Dalam pekerja...